UNIVERSITAS
NEGERI JAKARTA
PROFIL PRIBADI
Oleh: Iswadi
7617167794
Mahasiswa Doktoral Manajemen Pendidikan Universitas
Negeri Jakarta
Disusun untuk memenuhi
tugas mata kuliah
Perencanaan
Strategik Pendidikan
Dosen
Pengampu: Prof. Dr. R. Madhakomala, M.Pd
MANAJEMEN
PENDIDIKAN
PROGRAM
DOKTORAL PASCASARJANA
JAKARTA
NOVEMBER 2016
Visi:
Menjadi seorang agen perubahan yang berkepribadian tangguh, berakhlak mulia dan mampu membawa
diri sendiri beserta keluarga ke dalam kehidupan yang bahagia di dunia maupun
di akhirat serta dapat
memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa
Misi:
Sebuah
visi (cita-cita) tidak akan pernah tercapai dengan sempurna jika tidak diikuti dengan
usaha atau tindakan-tindakan yang nyata untuk meraihnya. Boleh jadi sebuah visi
tanpa kekuatan misi akan
menjadi angan-angan atau mimpi belaka. Oleh karena itu, untuk
mencapai visi hidup saya, saya merumuskan misi hidup yang menjadi cara saya
dalam mewujudkan tujuan-tujuan hidup saya. Misi-misi tersebut adalah :
1. Lulus studi tepat waktu dengan prestasi akademik
yang baik. Harapannya adalah dengan lulus tepat waktu, saya dapat
mengaplikasikan ilmu yang saya pelajari di perkuliahan secara langsung di kampus sesuai dengan profesi saya
sebagai akademisi.
2. Menjadi seorang yang berkepribadian tangguh yang berkemauan tulus dan berkemampuan profesional untuk
meningkatkan kualitas hidup dengan bekerja dengan giat, serta mempelajari ilmu yang berkaitan
dengan pengembangan kemampuan serta membentuk karakter diri dengan selalu
memperhatikan dan mengarahkan prilaku diri ke arah yang lebih baik dan menjadi
seorang pribadi yang bertaqwa kepada Allah SWT, serta ikhlas beribadah kepada Allah SWT.
3. Lebih banyak belajar. Belajar tidak hanya ilmu yang
dipelajari di perkuliahan tetapi juga belajar agama, ilmu sosial dan ilmu-ilmu
kemasyarakatan. Dengan banyak belajar, akan bertambah pula wawasan yang sangat
berguna di kehidupan bermasyarakat seperti membuat perencanaan terhadap segala
hal yang akan dilakukan dan menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Di
bidang pendidikan, saya
pernah menjadi Koordinator
Tim Perumus Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud RI Tahun 2015.
Saya bersama tim akademisi sudah berhasil merumuskan prosiding dan jurnal dari
karya-karya guru se-Indonesia. Pengalaman
tersebut akan terus saya kembangkan sebagai salah satu proses belajar. Menjadi seorang Doktoral Manajemen
Pendidikan belumlah cukup, saya akan terus menekuni
pendidikan untuk menjadi Guru Besar nanti. Sehingga kemudian dapat
membantu pemerintah untuk mencetak
generasi Indonesia yang memiliki
daya kompetitif baik tingkat nasional maupun internasional, sehingga mampu meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia.
4. Mengembangkan jaringan dengan aktif
dalam berbagai macam organisasi seperti sudah
pernah aktif di organisasi relawan Jokowi-JK pada saat pilpres
tahun 2014 lalu dan saya sukses bersama tim mewujudkan kemenangan Jokowi-JK
sebagai presiden dan wakil presiden periode
2014-2019. Di samping itu, saya aktif juga di bidang sosial karena saya sedang
menjabat sebagai Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) periode 2015–Sekarang. serta berusaha lebih aktif lagi
mengikuti kegiatan-kegiatan diskusi maupun seminar baik yang dilaksanakan di tingkat
nasional maupun di tingkat internasional. Karena aktif di berbagai
kegiatan
organisasi sosial dan politik akan dapat menambah pengalaman dalam
pengembangan diri ke depannya. Sehingga saya bisa menjadi Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik
Indonesia (Kemenristekdikti RI).
5. Membahagiakan keluarga
dan orang tua.
Walaupun tertulis di bagian terakhir, namun misi yang ini merupakan misi
terpenting yang harus dapat saya capai. Keikhlasan hati dan ridha orang tua adalah hal terpenting bagi saya
dalam rangka mencapai cita-cita yang mulia untuk menjadi Guru Besar. Sehingga kemudian dapat
membantu pemerintah untuk mencetak
generasi Indonesia yang memiliki
daya kompetitif baik tingkat nasional maupun internasional, sehingga mampu meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia.
Tujuan:
Bagi
sebagian orang visi dan misi itu sangat penting guna menjalani hidup yang terarah,
namun tidak sedikit pula yang kadang memandang bahwa visi dan misi hanya sekedar teori saja. Akan tetapi bagi saya, visi dan
misi ibarat bekerja sebagai penuntun dan acuan dalam hidup. Visi dan misi hidup
harus dipegang teguh agar tujuan-tujuan hidup dapat tercapai. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, saya merasa hidup hanya mengalir
begitu saja tanpa tujuan yang pasti. Hal ini dikarenakan saya tidak memiliki
visi dan misi hidup yang jelas. Pada masa itu, boleh dikatakan bahwa visi saya
hanyalah “berguna bagi orangtua, agama, nusa dan bangsa”. Terlalu
universal dan terlalu umum menurut saya. Hingga kemudian saya sadar bahwa saya
perlu merumuskan visi dan misi pribadi terebut secara lebih jelas dan lebih
khusus lagi. Saya mencoba mempelajari
beberapa hal dan menggali lebih dalam tentang apa yang menjadi tujuan hidup
saya. Menjadi seorang agen perubahan yang berkepribadian
tangguh berakhlak mulia dan mampu membawa diri sendiri beserta keluarga ke
dalam kehidupan yang bahagia di dunia maupun di akhirat serta dapat memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa
itulah visi hidup saya. Tiga hal yang
dapat disoroti disini adalah yang pertama berkepribadian tangguh yang
berkemauan tulus dan berkemampuan profesional untuk meningkatkan kualitas
hidup, karena dengan memiliki kepribadian yang
tangguh akan mampu melawan badai kehidupan yang melanda. Ketangguhan merupakan dampak
positif dari kemajuan seseorang. Dengan
kepribadian yang tangguh dan peduli terhadap pendidikan Insya Allah
saya akan mampu membangun masa depan saya yang gemilang. Yang kedua berakhlak mulia. Berakhlak mulia artinya
sebagai seorang agen perubahan. Saya
harus menjaga nilai-nilai keislaman dan menaatinya, dan mempelajarinya lebih
dalam lagi sehingga dapat membentuk akhlak yang mulia. Sebagai seorang muslim,
sudah sepantasnyalah kita beribadah kepada Allah SWT karena untuk itulah kita
sebagai manusia diciptakan. Lalu yang ketiga, memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa.
Sebagai seorang Mahasiswa
Doktoral Manajemen Pendidikan
Universitas Negeri Jakarta, dan seorang agen
perubahan nantinya, saya harus bisa menuangkan karya-karya saya sebagai agen
perubahan dalam kontribusi bagi kemajuan negeri ini. Saya tidak menafikan
kontribusi dari para agen perubahan yang ada saat ini, namun alangkah lebih baik
menurut saya jika setiap anak bangsa yang menjadi agen perubahan dapat memberikan kontribusi dalam kemajuan bangsa ini
kedepannya. Hingga suatu saat, dapat tercipta Indonesia yang makmur, maju,
sejahtera dan damai sebagai hasil dari karya dan kontribusi agen perubahan dalam kehidupan
bermasyarakat sehingga Indonesia hebat dapat segera terwujud .
Sasaran:
Saya bertekad di masa
yang akan datang harus memiliki kontribusi untuk Indonesia. Meskipun saya belum
memungkinkan memajukan pendidikan secara umum, paling tidak saya dapat
memberdayakan masyarakat kelas menengah ke bawah melalui
program jaminan
pendidikan nasional sampai ke Perguruan tinggi. Jaminan pendidikan nasional
sampai ke perguruan tinggi bagi anak-anak yang kurang mampu secara ekonomi dan masyarakat
kelas menengah ke bawah yang pada akhirnya akan menunjang pendidikan Indonesia.
Karena segala sesuatu harus dimulai dari hal kecil untuk mewujudkan hal besar, sehingga mereka mampu
menjadi generasi Indonesia yang memiliki daya kompetitif baik tingkat nasional maupun internasional, serta mampu meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia.
Kebijakan:
Jika Allah
SWT berkehendak
dan memberikan amanah kepada saya untuk menjadi Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI), saya
akan membuat kebijakan jaminan
pendidikan nasional sampai ke perguruan tinggi untuk anak-anak Indonesia.
Program :
Diperlukan
formulasi baru untuk membangun kualitas pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, apabila
kedepan saya sudah menjadi guru besar
dan Menteri Riset,
Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia
(Kemenristekdikti RI). Saya akan berinisiatif untuk meregulasi sistem
pendidikan baik dari segi visi, misi maupun dari kelembagaan. Lembaga pendidikan
harus dikelola secara mandiri yang terbebas dari kepentingan - kepentingan
politik, karena keberadaan lembaga–lembaga pendidikan saat ini nampaknya tidak
bisa diharapkan mampu menghasilkan guru-guru yang ideal. Disamping sistem
pembelajaran kurang mencerminkan sebagai lembaga yang akan menyiapkan
calon-calon guru, juga diperparah dengan sistem seleksi para calon mahasiswa
yang tidak lagi mempertimbangkan aspek minat, bakat dan komitmen menjadi guru.
Lembaga-lembaga pendidikan terdahulu sudah terbukti menghasilkan para lulusan
yang memiliki dedikasi dan loyalitas tinggi terhadap peningkatan mutu
pendididikan, akan tetapi populasi mereka
sudah semakin langka bahkan nyaris habis ditelan waktu. Jika lembaga
tersebut mampu melahirkan gagasan-gagasan baru tentang
format pendidikan baru, maka tidak akan mustahil kejayaan Indonesia akan
kembali ke tempo dahulu dalam menyiapkan guru yang ideal dibumi pertiwi.
Lembaga ini selain berfungsi sebagai lembaga yang akan mencetak para pendidik
yang ideal, juga dapat menjadi model bagi negara lain dalam meningkatkan
kualitas pendidikan.
Kegiatan:
Saya
bertekad di masa yang akan datang ketika saya sudah menjadi guru besar akan memberikan kontribusi untuk Indonesia dalam rangka meningkatkan indeks pembangunan manusia
menjadi tercapai untuk Indonesia. Kemudian saya
akan memfokuskan diri untuk menjadi guru besar di Indonesia sekaligus mengembangkan
diri dengan mendirikan sebuah kampus.
Program utama dari kampus tersebut adalah menjadi kampus model untuk Indonesia
dengan mengutamakan lulusan yang memiliki kualitas yang baik dan daya saing
yang tinggi dengan mengedepankan nasionalisme. Lulusan kampus yang akan saya
dirikan diharapkan dapat langsung
bekerja setelah lulus. Hal ini menjadi mungkin karena kampus tersebut akan
membuat kerja sama ikatan dinas dengan berbagai instansi yang relevan sehingga
tujuan saya untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia menjadi tercapai
untuk Indonesia.
Penutup :
Sekian tentang visi dan misi hidup saya. Tidak mudah untuk
menjadi manusia yang sukses dunia dan di akhirat. Semua butuh perjuangan dan pengorbanan.
Manusia hanya bisa berencana, hasilnya Allah SWT yang menentukan. Saya percaya bahwa hasil tidak
pernah mengkhianati usaha. Insya
Allah visi dan
misi saya ini akan terus dipegang teguh dan konsisten sehingga cita-cita yang mulia untuk membantu pemerintah dalam mencetak generasi Indonesia yang memiliki daya kompetitif baik tingkat nasional maupun internasional, sehingga mampu meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia dapat terwujud, sebagai suatu
pencapaian dalam kehidupan saya. Amin.