SOAL FINAL
STKIP KUSUMA NEGARA
Mata Kuliah : ISBD
Sks :
2 Sks
Semester :
III (Ganjil)
Dosen :
Iswadi, M. Pd
HP : 08126952861
Email :
iswadi.kusumanegara@gmail.com
1.
Kerjakan
semua
soal
ini.
2.
Sifat
ujian Take Home.
3. Jawaban UTS dikirim ke email iswadi.kusumanegara@gmail.com oleh masing-masing
mahasiwa. Mahasiswa (tidak
boleh diwakilkan) selambat-lambatnya tanggal 1 November 2015.
4. Bagi
Mahasiswa yang tidak mengirimkan jawaban ke email iswadi.kusumanegara@gmail.com dianggap tidak mengikuti UTS.
5.
Menandatangani absen UTS
pada saat jadwal UTS berlangsung.
6.
Bagi mahasiswa yang tidak
menandatangani absen dianggap tidak mengikuti UTS.
Soal
1.
Mengapa Nilai manusia terletak pada kepribadiannya
2.
Jelaskan Karakter masyarakat Indonesia yang merupakan manifestasi dari
falsafah hidup bangsa Indonesia
3.
Jelaskan
Bagaimana Hubungan
antara hukum dan moralitas, serta
sebutkan dan jelaskan pokok pokok moralitas yang sungguh sungguh menurut
Elizabeth Hurlock
4.
Mengapa Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial dan budaya dan coba saudara
jelaskan dua kekayaan manusia yang paling utama
5.
Bagaimana
Peran lingkungan sosial terhadap kebudayaan
6.
Sebutkan
dan jelaskan 4 komponen dasar yang paling utama dalam
membentuk ilmu budaya dasar .
7.
Mengapa
dikatakan Ilmu budaya dasar, bukanlah ilmu mengenali
budaya saja atau sejenisnya, melainkan ilmu yang diharapkan mampu menjadi
manusia yang mempelajarinya lebih berbudaya atau lebih manusiawi.
8.
Faktor-faktor yang
mendorong lahirnya budaya
9. Apa Perbedaan masyarakat
pedesaan dan masyarakat perkotaan dan sebutkan cirri-ciri kedua masyarakat
tersebut
10. Apa hubungan manusia dengan peradaban
11. Sebutkan dan jelaskan penyebab perbedaan masyarakat kota dengan
masyarakat desa
12. Sebutkan dan jelaskan isu isu penting tentang lintas budaya Bangsa
Indonesia
13. Apa Perbedaan Harkat dan martabat Pada Manusia dan Jelaskan juga Manifestasi dari kedua nya.
JAWABAN
1.
Nilai manusai terletak pada kepribadiannya,
karena:
Kepribadian merupakan ciri atau watak seorang individu
yang konsisten mendasari perilaku individu tersebut. Kepribadian sendiri
meliputi kebiasaan, sikap, dan sifat yang khas dimiliki seseorang. Kebiasaan,
sikap, dan sifat itulah yang dapat diukur bagaimana baik dan buruknya, benar
dan salahnya, serta pantas dan tidak pantasnya. Sedangkan ukuran mengenai baik dan
buruk, benar dan salah, pantas dan tak pantas kita sebut dengan nilai. Jadi hal
inilah yang menjadi alasan mengapa nilai manusia terletak pada kepribadiannya,
bukan pada pangkat, kekayaan, dan lain sebagainya.
2.
Karakter masyarakat Indonesia yang merupakan
manifestasi dari falsafah hidup bangsa Indonesia, antara lain:
·
Sifat dekat dengan Tuhan
·
Sifat berpegang teguh pada
pribadi bangsa
·
Sifat mementingkan unsur jiwa
rasa
·
Sifat mementingkan unsur
immaterial
·
Sifat artistik
·
Sifat prasojo (bersahaja)
3.
Antara hukum dan moralitas hubungannya sangat
erat jika ditinjau dari substansi hukum, yaitu
perintah dan larangan agar manusia tidak berbuat melanggar aturan-aturan
hukum baik tertulis maupun tidak tertulis. Aturan-aturan hukum ini adalah
aturan yang berisi tentang penghargaan yang tinggi pada nilai-nilai etika dan
moral. Sehingga secara otomatis, pelanggaran terhadap norma hukum sekaligus
pelanggaran terhadap norma moral.
Pokok-pokok moralitas yang sungguh-sungguh menurut Elizabeth Hurlock antara lain:
·
Kelakuan yang sesuai dengan
ukuran-ukuran masyarakat, yang timbul dari hati sendiri (bukan paksaan dari
luar)
·
Disertai rasa tanggung jawab
atas tindakan itu
·
Mendahulukan kepentingan umum
daripada keinginan atau kepentingan pribadi
4.
Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial dan
makhluk budaya karena makhluk sosial artinya bahwa
kita tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan manusia lain. Sebagai makhluk
budaya menandakan bahwa manusia memiliki akal budi yang membedakan dengan
makhluk hidup lain dibumi ini.
Dua kekayaan manusia yang
paling utama, yaitu:
1.
IQ
Kecerdasan Intelektual (IQ)
adalah ukuran kemampuan intelektual, analisis, logika, dan rasio seseorang. IQ
merupakan kecerdasan otak untuk menerima, menyimpan, dan mengolah informasi
menjadi fakta.
2.
EQ
Kecerdasan Emosional (EQ)
adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan
memotivasi diri sendiri, serta kemampuan mengolah emosi dengan baik pada diri
sendiri dan orang lain.
5.
Peranannya sangat lah penting. Seperti yang kita ketahui bahwa manusia itu hidup dalam suatu komunitas/lingkungan.
Komunitas/lingkungan tersebut begitu dekat dan bahkan melekat dalam kehidupan manusia.
Jadi, peranan lingkungan sosial bisa dikatakan ruh dari kebudayaan itu sendiri.
Antara kebudayaan dan peranan lingkungan itu tidak dapat dipisahkan, ibarat dua
permukaan mata uang logam, keduanya akan selalu ada dalam setiap msyarakat, karena
kebudayaan pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal
manusia itu sendiri.
6.
Komponen utama dalam membentuk
Ilmu Budaya Dasar ada empat yaitu:
1.
Filsafat
Filsafat sering disebut sebagai induk
ilmu, merupakan ilmu yang berusaha memberi jawaban ataspertanyaan-pertanyaan yang sangat
esensial.
2.
Teologi
Teologi sering disebut sebagai ilmu
agama, akan mengajar banyak kepada kita
tentang manusia, sejarahnya, tujuannya, tugas dan tanggung jawabnya di dunia sebagai makhluk ciptaan Tuhan dan
sebagainya.
3.
Sejarah
Sejarah menceritakan kepada kita bagaimana orang-orang terdahulu
hidup dalam arti yang seluas-luasnya, tentang adat istiadatnya,pandangan hidupnya bahkan asal usulnya.
4.
Seni
Seni adalah perwujudan kekaguman dan sekaligus penghargaan manusia
terhadap keindahan dan nilai-nilai yang
ditemuinya dalam kehidupannya.
7.
Dikatakan Ilmu Budaya
Dasar, tujuannya
ini tidak lain adalah untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum
tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji berbagai persoalan
budaya serta persoalan yang dihadapi manusia. Selain itu Ilmu Budaya Dasar
tidak bermaksud menggambarkan disiplin ilmu yang merujuk hanya satu bidang
saja, melainkan mengambarkan berbagai disiplin ilmu termasuk di dalamnya
pengetahuan budaya (the humanities). Di samping itu, Ilmu Budaya Dasar
turut serta dalam pengembangan kerpibadian bagi kita yang mempelajarinya.
Dengan mempelajarinya kita memperoleh banyak wawasan dan pemikiran. Sehingga
dengan begitu kita bisa menjadi lebih kritis terhadap nilai-nilai budaya, baik
yang menyangkut diri kita, orang lain maupun alam sekitar kita.
8.
Faktor-faktor yang
mendorong lahirnya budaya:
·
Kebudayaan terwujud dan tersalurkan dari perilaku
manusia.
·
Kebudayaan itu ada sebelum generasi lahir dan
kebudayaan itu tidak dapat hilang setelah generasi tidak ada.
·
Kebudayaan
di perlukan oleh manusia dan di wujudkan dalam tingkah lakunya.
·
Kebudayaan
mencakup aturan-aturan yang memberikan kewajiban-kewajiban.
9. Perbedaan masyarakat kota dengan masyarakat desa dan cirri-ciri
dari keduanya:
Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat kota
adalah bagaimana cara mereka mengambil sikap dan kebiasaan dalam memecahkan
suatu permasalahan.
Karakteristik umum masyarakat
pedesaan yaitu masyarakat desa selalu memiliki ciri-ciri dalam hidup
bermasyarakat, yang biasa nampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi
dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat dicontohkan pada kehidupan
masyarakat desa di jawa. Namun dengan adanya perubahan sosial dan kebudayaan
serta teknologi dan informasi, sebagian karakteristik tersebut sudah tidak
berlaku. Berikut ini ciri-ciri karakteristik masyarakat desa, yang terkait
dengan etika dan budaya mereka yang bersifat umum:
- Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku didaerahnya
- Mempunyai sifat kekeluargaan
- Lugas atau berbicara apa adanya
- Tertutup dalam hal keuangan mereka
- Perasaan tidak ada percaya diri terhadap masyarakat kota
- Menghargai orang lain
- Demokratis dan religius
- Jika berjanji, akan selalu diingat
- Sederhana, dan mudah curiga
Berbeda dengan karakteristik
masyarakat perkotaan, masyarakat pedesaan lebih mengutamakan kenyamanan bersama
dibanding kenyamanan pribadi atau individu. Masyarakat perkotaan sering disebut
sebagai urban community.
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat
kota yaitu:
1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan
keagamaan di desa. Masyarakat kota hanya melakukan kegiatan keagamaan hanya
bertempat di rumah peribadatan seperti di masjid, gereja, dan lainnya.
2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa
bergantung pada orang lain
3. Di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan,
karena perbedaan politik dan agama dan sebagainya.
4. Jalan pikiran rasional yang dianut oleh masyarkat perkotaan.
5. Interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor
kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.
10. Hubungan
manusia dan peradaban:
Manusia
dan peradaban adalah hal yang tidak bisa terpisahkan karena manusia itu
memiliki cipta, rasa dan karsa. Cipta, rasa dan karsa itu akan menimbulkan
perkembangan pengetahuan yang berasal dari suatu budaya. Dari hal itulah
kebudayaan akan mengalami kemajuan sehingga dikatakan sebagai peradaban. Contoh
: zaman dahulu, manusia menanam karet dan hanya menunggu hasil berdasarkan
kemampuan alam untuk memproduksi. Tetapi sekarang tidak lagi karena ada perkembangan
seperti pupuk, dan itu akan menumbuhkan karet dengan cepat.
11. Penyebab
perbedaan masyarakat kota dengan masyarakat desa:
Masyarakat
desa itu pada umumnya lebih bersosialisasi dengan kepribadian yang sederhana,
sedangkan masyarakat perkotaan sosialisasinya sudah berkurang dan
kepribadiannya sangat beragam. Biasanya masyarakat desa menganut system
sosialisasi yang kuat dan sifat tepo saliro yang tinggi, juga memiliki
kolektivitas (kebersamaan) yang erat. Sedangkan pada masyarakat kota,
sosialisasimya sangat kurang. Hal itu disebabkan karena mayoritas masyarakat
kota memiliki sifat individualistis dan ego yang tinggi, juga terkadang
memiliki sifat acuh tak acuh dengan sesama masyarakat kota lainnya sehingga
menyebabkan interaksi sosialnya menjadi kurang.
12. Isu-isu
penting persoalan lintas budaya bangsa Indonesia:
·
Isu tentang Lingkungan:
ü Kekurangan Pangan.
ü Kekurangan Sumber Air Bersih.
ü Polusi atau pencemaran.
ü Perubahan Iklim.
·
Isu tentang Kemanusiaan:
ü Kemiskinan.
ü Konflik atau Perang.
ü Wabah penyakit
13.Perbedaan harkat dan martabat
serta manifestasi dari keduanya:
Harkat adalah nilai
manusia sebagai makhluk Tuhan yang dibekali daya cipta, rasa, karsa, serta
hak-hak dan kewajiban asasi manusia.Sedangkan martabat
adalah tingkatan harkat kemanusiaan dan kedudukan yang terhormat.
Dengan adanya harkat dan martabat manusia , setiap orang harus mengakui serta menghormati akan adanya hak - hak, derajat dan martabat manusia. Sikap ini harus ditumbuhkan dan dipelihara dalam hubungan kemanusiaan, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun di lingkungan masyarakat. Manusia dikaruniai potensi berpikir, rasa dan cipta,kodrat yang sama sebagai mahluk pribadi ( individu ) dan sebagai mahluk masyarakat (sosial).
Dengan adanya harkat dan martabat manusia , setiap orang harus mengakui serta menghormati akan adanya hak - hak, derajat dan martabat manusia. Sikap ini harus ditumbuhkan dan dipelihara dalam hubungan kemanusiaan, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun di lingkungan masyarakat. Manusia dikaruniai potensi berpikir, rasa dan cipta,kodrat yang sama sebagai mahluk pribadi ( individu ) dan sebagai mahluk masyarakat (sosial).
Terimakasih, sangat bermafaat.
BalasHapus