Senin, 01 Februari 2016

Rubrik Penilaian Mata Kuliah Teori Belajar Prodi Matematika STKIP Kusuma Negara Jakarta (Dosen Pengampu: Iswadi, M. Pd)

Mata Kuliah                : Teori Belajar
Program Studi            : S1 Pendidikan Matematika
Sks                              : 2 Sks
Semester                     : III (Ganjil)
Dosen                         : Iswadi, M. Pd
HP                              : 08126952861
Email                          : iswadi.kusumanegara@gmail.com

Petunjuk :
1.      Kerjakan semua soal ini.
2.      Sifat ujian Take Home.
3.  Jawaban UTS dikirim ke email iswadi.kusumanegara@gmail.com oleh masing-masing mahasiwa. Mahasiswa (tidak boleh diwakilkan) selambat-lambatnya tanggal 1 Februari 2016.
4.  Bagi Mahasiswa yang tidak mengirimkan jawaban ke email iswadi.kusumanegara@gmail.com dianggap tidak mengikuti  UTS.


RUBRIK PENILAIAN
UJIAN TENGAH SEMESTER
TEORI BELAJAR
SEM. III 2015/2016


HARI, TANGGAL UTS   : SABTU,  30 Januari 2016
SIFAT UJIAN                    : TAKE HOME
FAKULTAS                       : S-1 PENDIDIKAN MATEMATIKA
CARA PENGGUNAAN :

1.    Dalam dokumen ini, terdapat 8 soal yang berbentuk essay dan masing-masing soal memiliki komponen sebagai berikut:
a.       Deskripsi jawaban
b.      Cara Penilaian
c.       Rubrik Penilaian
2.    Tata cara penilaian untuk tiap soal dapat dilihat pada bagian Cara Penilaian.
3.    Nilai setiap soal ditentukan oleh Rubrik Penilaian berdasarkan suatu kriteria tertentu.
4.    Nilai setiap soal adalah dalam skala 0 s.d. 4 atau bisa dikonversi menjadi indeks E s.d. A.
5.    Setelah semua soal diberikan nilai, maka diberikan nilai akhir dengan cara mengalikan setiap nilai soal dengan setiap nilai bobot masing-masing, yaitu:
a.       Soal 1 : 10%
b.      Soal 2 : 10%
c.       Soal 3 : 20%
d.      Soal 4 : 20%
e.       Soal 5 : 10%
f.       Soal 6 : 10%
g.      Soal 7 : 10%
h.      Soal 7 : 10%


Soal 1. Jawaban Uraian Singkat  [Bobot : 10%]:
Kegagalan pembelajaran di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi dewasa ini lebih banyak terjadi di tigkat proses (interaksi) pembelajaran. Jika ya jelaskan mengapa itu terjadi dan jika tidak coba kamu identifikasi ditingkat mana kegagalan itu terjadi dilengkapi dengan penjelasan yang argumentatif.

Alternatif Jawaban:
Setuju dengan argumentasi ini, kegagalan pembelajaran kita adalah di proses interaksi  pembelajaran yang dikendalikan oleh para guru. Guru yang merupakan ujung tombak pendidikan seharusnya menciptakan proses interaksi yang kondusif sehingga memudahkan bagi siswa mencerna materi yang disampaikan. Kegagalan interaksi ini disebabkan kurangnya persiapan para guru didalam Perencanaan sehingga sering kali hal yang hendak dijelaskan oleh guru melencerng dari rencana awal yang sudah disusun. Oleh karena itu sepatutnya lah para guru menciptakan suasana interaksi belajar mengajar yang baik dan proses belajar menjadi milik bersama antara guru dan siswa serta proses nya  bisa diandalkan sebagai aksi unjung tombak pendidikan indonesia.
Cara Penilaian:
1.    Berikan penilaian untuk soal di atas. Jawaban untuk soal tersebut  tidak harus persis sama, tetapi benar. Soal dinilai sebagai berikut:

Nilai    Deskripsi
2          Jawaban benar (boleh kurang sedikit, tapi jawaban seluruhnya benar/tidak
            ada kesalahan)
1          Jawaban masih ada kesalahan, tapi mengarah pada jawaban yang benar
0             Mengerjakan, tapi salah total, atau tidak mengerjakan

2.    Jumlahkan/total nilai semua butir soal di atas untuk mendapatkan Nilai Total. Nilai Total maksimum = 10; Nilai Total minimum = 0.

3.    Cocokkan Nilai Total dengan deskripsi kriteria Rubrik Penilaian di bawah untuk mendapatkan indeks dan nilai soal. Mohon diperhatikan penilaian khusus untuk Nilai Total = 0.
Rubrik Penilaian:
Indeks        Nilai Deskripsi      Kriteria
A                4                             Nilai Total = 10
A-               3.75                        Nilai Total = 9
AB             3.5                          Nilai Total = 8
B                3                             Nilai Total = 7
BC              2.5                          Nilai Total = 6
C                2                             Nilai Total = 5
C-               1.75                        Nilai Total = 4
D+              1.5                          Nilai Total = 3
D                1                             Nilai Total = 2
D-               0.75                        Nilai Total = 1
E+              0.5                          Nilai Total = 0, tapi masih mengerjakan (walaupun
                                                  hanya 1 butir  soal, tapi harus cukup signifikan)
E                 0                             Nilai Total = 0, dan tidak mengerjakan.
Soal 2. Jawaban Uraian Singkat  [Bobot : 10%]:
Salah satu hal yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah adalah kesiapan guru di dalam proses belajar mengajar. Coba kamu jelaskan maksud tersebut.

Alternatif Jawaban:
Kesiapan guru dalam mengajar sangat menentukan kualitas  pembelajaran hal ini disebabkan oleh peran langsung guru dalam mendidik muridnya out put sebuah lembaga pendidikan sangat tergantung sama kualitas guru. Jika para guru mempunyai kesiapan yang matang dalam mengajar, tentunya proses belajar mengajar akan lebih terarah sehingga tujuan yang sudah direncanakan bisa tercapai dan terlaksana dengan baik. Jika guru mengajar apa yang ingin dia ajarkan tanpa mempunyai kesiapan rencana yang matang akan membuat kelas tidak terarah ketujuan pendidikan yang diharapkan. Oleh karena itu, kualitas guru dalam mengajar sangat menentukan kualitas murid-muridnya. Kualitas guru dalam mengajar juga sangat ditentukan oleh seberapa matang perencanaan dalam pembelajaran yang sudah dia tentukan. Jadi intinnya adalah. Perencanaan sangat menentukan kinerja guru dan kualitas murid-murid.

Cara Penilaian:
1.    Berikan penilaian untuk soal di atas. Jawaban untuk soal tersebut  tidak harus persis sama, tetapi benar. Soal dinilai sebagai berikut:
Nilai    Deskripsi
2          Jawaban benar (boleh kurang sedikit, tapi jawaban seluruhnya benar/tidak
            ada kesalahan)
1          Jawaban masih ada kesalahan, tapi mengarah pada jawaban yang benar
0          Mengerjakan, tapi salah total, atau tidak mengerjakan

2.    Jumlahkan/total nilai semua butir soal di atas untuk mendapatkan Nilai Total. Nilai Total maksimum = 10; Nilai Total minimum = 0.

3.    Cocokkan Nilai Total dengan deskripsi kriteria Rubrik Penilaian di bawah untuk mendapatkan indeks dan nilai soal. Mohon diperhatikan penilaian khusus untuk Nilai Total = 0.

Rubrik Penilaian:
Indeks        Nilai Deskripsi      Kriteria
A                4                             Nilai Total = 10
A-               3.75                        Nilai Total = 9
AB             3.5                          Nilai Total = 8
B                3                             Nilai Total = 7
BC              2.5                          Nilai Total = 6
C                2                             Nilai Total = 5
C-               1.75                        Nilai Total = 4
D+              1.5                          Nilai Total = 3
D                1                             Nilai Total = 2
D-               0.75                        Nilai Total = 1
E+              0.5                          Nilai Total = 0, tapi masih mengerjakan (walaupun
                                                  hanya 1 butir  soal, tapi harus cukup signifikan)
E                 0                             Nilai Total = 0, dan tidak mengerjakan.

Soal 3. Jawaban Uraian Panjang  [Bobot : 20%]:
Jelaskan Peranan dan tuntutan Guru dalam pembelajaran serta bagaimana  cara belajar dan  mengajar yang efektif.

Alternatif Jawaban:
a.      Peran Pendidik Dalam Dunia Pendidikan
Peran Seorang Guru Secara Umum
1.      Guru sebagai pendidik
Guru adalah pendidik yang menjadi tokoh, panutan, dan identifikasi bagi peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin.
2.      Guru sebagai pengajar
Kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai factor, seperti motivasi, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa aman, dan keterampilan guru dalam berkomunikasi. Jika factor-faktor di atas dipenuhi, maka melalui pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik. Oleh karena itu, guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik, dan berusaha lebih terampil dalam memecahkan masalah. Untuk itu, terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan guru dalam pembelajaran:
a.       Membuat ilustrasi
b.      Mendefinisikan
c.       Menganalisis
d.      Mengsintesis
e.       Bertanya
f.       Merespon
g.      Mendengarkan
h.      Menciptakan kepercayaan
i.        Memberikan pandanganyang bervariasi
j.        Menyediakan media untuk mengkaji materi standar
k.      Menyesuaikan materi pembelajaran
l.        Memberikan nada perasaan
3.     Guru sebagai pembimbing
Sebagai pembimbing perjalanan, guru memerlukan kompetensi yang tinggi untuk melaksanakan empat hal berikut, pertama, guru harus merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang hendak dicapai. Kedua, guru harus melihat keterlibatan peserta didikdalam pembelajaran, dan yang paling penting bahwa peserta didik melaksanakan kegiatan belajar itu tidak hanya secara jasmaniyah, tetapi mereka harus terlibat secara psikologis. Ketiga, guru harus memaknai kegiatan belajar. Keempat, guru harus melaksanakan penilaian.
4.       Guru sebagai pelatih
Guru harus berperan sebagai pelatih, yang bertugas untuk melatih peserta didik dalam pembentukan kompetensi dasar, sesuai dengan kompetensi masing-masing. Pelatihan yang dilakukan, di samping harus memperhatikan kompetensi dasar dan materi standar, juga harus mampu memperhatikan perbedaan individual peserta didik, dan lingkungannya. Untuk itu guru harus banyak tahu, meskipun tidak mencakup semua hal, dan tidah setiap hal secara sempurna, kerena hal itu tidaklah mungkin.
5.      Guru sebagai penasihat
Guru adalah seorang penasihat bagi peserta didik, bahkan bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasihatdan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasihati orang.
Menjadi guru pada tingkat manapun berarti menjadi penasihat dan menjadi orang kepercayaan, kegiatan pembelajaran pun meletakkannya pada posisi tersebut. Peserta didik senantiasa berhadapan dengan kebutuhan untuk membuat keputusan, dan dalam prosesnya akan lari kepada gurunya. Dan, makin efektif guru menangani setiap permasalahan, makin banyak kemungkinan peserta didik berpaling kepadanya untuk mendapatkan nasihat dan kepercayaan diri.
6.      Guru sebagai model atau teladan
Guru merupakan model atau teladan bagi para peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagi guru. Sebagi teladan, tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik serta orang di sekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagi guru. Sehubungan itu, beberapa hal di bawah ini perlu mendapat perhatian, dan bila perlu didiskusikan para guru.
a.       sikap dasar
b.      bicara dan gaya bicara
c.       kebiasaan bekerja
d.      sikap melalui pengalaman dan kesalahan
e.       pakaian
f.       hubungan kemanusiaan
g.      proses berpikir
h.      selera
i.        keputusan
j.        kesehatan
k.      gaya hidup secara umum
7.      Guru sebagai pribadi
Sebagai individu yang berkecimpung dalam pendidikan, guru harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik. Tuntutan kepribadian sebagai pendidik kadang-kadang dirasakan lebih berat dibanding profesi lainnya. Ungkapan yang sering dikemukakan adalah bahwa "guru bisa di gugu dan di tiru". Digugu maksudnya bahwa pesan-pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilaksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru atau diteladani. Guru sering dijadikan panutan oleh masyarakat, untuk itu guru harus mengenal nilai-nilai yang dianut dan berkembang di masyarakat, tempat melaksanakan tugas dan bertempat tinggal.
8.      Guru sebagai peneliti
Pembelajaran merupakan seni, yang dalam pelaksanaanya memerlukan penyesuaian-penyesuaian dengan kondisi lingkungan. Untuk itu diperlukan berbagai penelitian, yang di dalamnya melibatkan guru. Oleh karena itu, guru adalah seorang pencari atau peneliti. Dia tidak tahu dan dia tahu bahwa dia tidak tahu, oleh karena itu dia sendiri merupakan subyek pembelajaran. Dengan kesadaran bahwa ia tidak mengetahui sesuatu maka ia berusaha mencarinyamelalui kegiatan penelitian. Usaha mencari sesuatu itu adalah mencari kebenaran, sepertiseorang ahli filsafat yang senantiasa mencari, menemukan dan mengemukakan kebenaran
9.      Guru sebagai motivator
Dalam upaya memberikan motivasi, guru dapat menganalisis motif-motif yang melatarbelakangi anak didik malas belajar dan menurun prestasinya di sekolah. Motivasi dapat efektif bila dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan anak didik. Penganekaragaman cara belajar memberikan penguatan dan sebagainya, juga dapat memberikan motivasi pada anak didik untuk lebih bergairah dalam belajar.
10.  Guru sebagai pendorong kreativitas
Sebagai orang yang kreatif, guru menadari bahwa kreatifitas merupakan yang universal dan oleh karenanya semua kegiatannya di topang, di bombing dan dibangkitkan oleh kesadaran itu, ia sendiri adalah seorang creator dan motivator, yang berada di pusat proses pendidikan. akibat dari fungsi ini, guru senantiasa berusaha untuk menemukan cara yang lebih baik dalam melayani peserta didik, sehingga peserta didik akan menilainya bahwa ia memang kreatif dan tidak melakukan sesuatu secara rutin saja. Kreativitas menunjukkan bahwa apa yang akan dikerjakan oleh guru sekarang lebih bik dari yang telah di kerjakan sebelumnya dan apa yang akan di kerjakan di masa mendatang lebih baik dari sekarang.
11.  Guru sebagai pembangkit pandangan
Dunia ini panggung sandiwara, yang penuh dengan berbagai kisah dan peristiwa, mulai dari kisah nyata sampai yang direkayasa. Dalam hal ini, guru dituntut untuk memberikan dan memelihara pandangan tentang keagungan kepada peserta dididiknya. Mengemban fungsi ini guru harus terampil dalam berkomunikasi dengan peserta didik di segala umur, sehingga setiap langkah dari proses pendidikan yang dikelolanya di laksanakan untuk menunjang fungsi ini. Guru tahu bahwa ia tidak dapat membangkitkan pandangan tentang kebesaran kepada peserta didik jika ia sendiri tidak memilikinya. Oleh karena itu, para guru perlu dibekali dengan ajaran tentang hakekat manusia dan setelah mengenalnya akan mengenal pula kebesaran allah yang menciptakannya.
12.  Guru sebagi pekerja rutin
Guru bekerja dengan keterampilan, dan kebiasaan tertentu, serta kegiatan rutin yang amat di perlukan dan seringkali memberatkan. Jika kegiatan tersebut tidak dikerjakan dengan baik, mak bias mengurangi atau merusak keefektifan guru pada semua peranannya.
Sedikitnya terdapat 17 kegiatan rutin yang sering dikerjakan guru dalam pembelajarn di setiap tingkat, yaitu:
a.    bekerja tepat waktu baik diawal maupun akhir pembelajaran
b.    membuat catatan dan laporan sesuai dengan standar kinerja, ketepatan dan jadwal waktu
c.    membaca, mengevaluasi dan mengembalikan hasil kerja peerta didik
d.   mengatur kehadiran peserta didik dengan penuh tanggung jawab
e.    mengatur jadwal, kegiatan harian, mingguan, semesteran dan tahunan
f.     mengembangkan peraturan dan prosedur kegiatan kelompok, termasuk diskusis
g.    menetapkan jadwal peserta didik
h.    mengadakan pertemuan dengan orang tua dan dengan peserta didik
i.      mengatur tempat duduk peserta didik
j.      mencatat kehadiran peserta didik
k.    memahami peserta didik
l.      menyiapkan bahan-bahan pembelajaran, kepustakaan, dan media pembelajaran
m.  menghadiri pertemuan dengan guru, orang tua peserta didik dan alumni
n.    menciptakan ikhlas kelas yang kondusif
o.    melaksanakan latihan-latihan pembelajaran
p.    merencanakan program khusus dalam pembelajaran, misalnya karyawisata
q.    menasehati peserta didik

13.  Guru sebagai seorang aktor
Sebagai seorang aktor, guru harus melakukan apa yang ada dalam naskah yang telah disusun dengan mempertimbangkan pesan yang akan disampaikan kepada penonton. Penampilan yang bagus dari seorang actor akan mengakibatkan para penonton tertawa, mengikuti dengan sungguh-sungguh, dan bisa pula menangis terbawa oleh penampilan sang actor. Untuk bisa berperan sesuai dengan tuntutan naskah, dia harus menganalisis dan melihat kemampuannya sendiri, persiapannya, memperbaiki kelemahan, menyempurnakan aspek-aspek baru dari setiap penampilan, mempergunakan pakaian, tat arias sebagaiman yang diminta, dan kondisinya sendiri untuk menghadapi ketegangan emosinya dari malam ke malam serta mekanisme fisik yang harus ditampilkan.
14.  Guru sebagai pengawet
Salah satu tugas pendidikan adalah mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi berikutnya, karena hasil karya manusia terdahulu masih banyak yang bermakna bagi kehidupan manusia sekarang maupun di masa depan. Hal ini disebabkan oleh keberhasilan tugas pendidikan yang lain, yaitu pembekalan individu agar mampu berpartisipasi dalam masyarakat dan mampu memberikan sumbangan bagi kehidupan di masa depan. Upaya pelestarian dilakukan melalui pembekalan terhadap calon-calon guru. Untuk melaksanakan tugasnya sebagai pengawet terhadap apa yang telah dicapai manusia terdahulu, dikembangkan salah satu sarana pendidikan yang disebut kurikulum, yang secara sederhana diartikan sebagai program pembelajaran
15.  Guru sebagai supervisor
Guru hendaknya dapat membantu, memperbaiki, dan menilai secara kritis terhadap proses pengajaran. Tehnik-tehnik supervisi harus guru kuasai dengan baik agar dapat melakukan perbaikan terhadap situasi belajar mengajar menjadi lebih baik. Untuk itu kelebihan yang dimiliki supervisor bukan hanya karena pengalamannya, pendidikannya, kecakapannya, atau keterampilan-keterampilan yang dimilikinya, atau karena memiliki sifat-sifat kepribadian yang menonjol daripada orang-orang yang disupervisinya.
b.      Cara Mengajar dan Belajar yang Efektif
Menurut hemat saya, cara belajar dan mengajar yang efektif tergantung bagaimana seorang Guru bisa mentransfer ilmu ke siswannya, sehingga dengan transfer  ilmu ini akan menimbulkan efek perubahan kearah lebih baik dan melekat dalam jangka waktu yang lama. Hal inilah yang seharusnya menjadi titik perhatian utama dari guru. Bukan hanya transferan ilmunya yang berhasil namun juga ada menimbulkan perubahan yang bersifat permanen.
Untuk menciptakan perubahan permanen, seorang guru seharusnya menitik beratkan pembelajaran hanya pada proses dan bukan hasil yang diharapkan. Sehingga pembelajaran akan melekat pada ingatan siswa dan mampu memberikan efek positif bagi pelajar.
Cara Penilaian:
1.    Berikan penilaian untuk soal di atas. Jawaban untuk soal tersebut  tidak harus persis sama, tetapi benar. Soal dinilai sebagai berikut:

Nilai    Deskripsi
2                    Jawaban benar (boleh kurang sedikit, tapi jawaban seluruhnya benar/tidak
            ada kesalahan)
1          Jawaban masih ada kesalahan, tapi mengarah pada jawaban yang benar
0          Mengerjakan, tapi salah total, atau tidak mengerjakan

2.    Jumlahkan/total nilai semua butir soal di atas untuk mendapatkan Nilai Total. Nilai Total maksimum = 10; Nilai Total minimum = 0.
3.    Cocokkan Nilai Total dengan deskripsi kriteria Rubrik Penilaian di bawah untuk mendapatkan indeks dan nilai soal. Mohon diperhatikan penilaian khusus untuk Nilai Total = 0.

Rubrik Penilaian:
Indeks        Nilai Deskripsi      Kriteria
A                4                             Nilai Total = 10
A-               3.75                        Nilai Total = 9
AB             3.5                          Nilai Total = 8
B                3                             Nilai Total = 7
BC              2.5                          Nilai Total = 6
C                2                             Nilai Total = 5
C-               1.75                        Nilai Total = 4
D+              1.5                          Nilai Total = 3
D                1                             Nilai Total = 2
D-               0.75                        Nilai Total = 1
E+              0.5                          Nilai Total = 0, tapi masih mengerjakan (walaupun
                                                  hanya 1 butir  soal, tapi harus cukup signifikan)
E                 0                             Nilai Total = 0, dan tidak mengerjakan.
Soal 4. Jawaban Uraian Panjang [Bobot : 20%]:
Jelaskan berbagai macam pendekatan dalam pembelajaran?

Alternatif Jawaban:
  1. Pendekatan Individual 
Pendekatan individual merupakan pendekatan langsung dilakukan guru terhadap anak didiknya untuk memecahkan kasus anak didiknya tersebut.
Pendekatan individual mempunyai arti yang sangat penting bagi kepentingan pengajaran. Pengelolaan kelas sangat memerlukan pendekatan individual ini. Pemilihan metode tidak bisa begitu saja mengabaikan kegunaan pendekatan individual, sehingga guru dalam melaksanakan tugasnya selalu saja melakukan pendekatan individual terhadap anak didik di kelas. Persoalan kesulitan belajar anak lebih mudah dipecahkan dengan menggunakan pendekatan individual, karena Pendekatan individual adalah suatu pendekatan yang melayani perbedaan perbedaan perorangan siswa sedemikian rupa, sehingga dengan penerapan pendekatan individual memungkinkan berkembangnya potensi masing-masing siswa secara optimal. Dasar pemikiran dari pendekatan individual ini ialah adanya pengakuan terhadap perbedaan individual masing-masing siswa walaupun suatu saat pendekatan kelompok diperlukan. 
  1. Pendekatan Kelompok atau  cooperatif
Pendekatan kelompok merupakan pendekatan yang dilakukan guru dengan cara mengelompokkan anak didiknya sesuai dengan kriterianya demi tercapainya kegiatan belajar mengajar. Ketika guru ingin menggunakan pendekatan kelompok, maka guru harus sudah mempertimbangkan bahwa hal itu tidak bertentangan dengan tujuan. Fasilitas belajar pendukung, metode yang akan dipakai sudah dikuasai, dan bahan yang akan diberikan kepada anak didik memang cocok didekati dengan pendekatan kelompok. Karena itu, pendekatan kelompok tidak bisa dilakukan seacara sembarangan, tetapi harus mempertimbangkan hal-hal lain yang ikut mempengaruhi penggunaannya. Pendekatan kelompok memang suatu waktu diperlukan dan pelu digunakan untuk membina  dan mengembangkan sikap sosial anak didik. Hal ini disadari bahwa anak didik adalah sejenis makhluk homo secius, yakni makhluk yang berkecendrungan untuk hidup bersama. Dengan pendekatan kelompok, diharapkan dapat ditumbuh kembangkan rasa sosial yang tinggi pada diri setiap anak didik. Mereka dibina untuk mengendalikan rasa egois yang ada dalam diri mereka masing-masing, sehingga terbina sikap kesetiakawanan sosial dikelas
  1. Pendekatan Bervariasi 
Ketika guru dihadapkan kepada permasalahan anak didik yang bermasalah, maka guru akan berhadapan dengan permasalahan anak didik yang bervariasi. Setiap masalah yang dihadapi oleh anak didik tidak selalu sama, terkadang ada perbedaan.
Permasalahan yang dihadapi oleh setiap anak didik biasanya bervariasi, maka pendekatan yang digunakan pun akan lebih tepat dengan pendekatan bervariasi pula. Misalnya, anak didik yang tidak disiplin dan anak didik yang suka berbicara akan berbeda pemecahannya dan menghendaki pendekatan yang berbeda-beda pula. Demikian juga halnya terhadap anak didik yang membuat keribuatan. Guru tidak bisa menggunakan teknik pemecahan yang sama untuk memecahkan permasalahan yang lain. Kalaupun ada, itu hanya pada kasus tertentu. Perbedaan dalam teknik pemecahan kasus itulah dalam pembicaraan ini didekati dengan “pendekatan bervariasi”. 
  1. Pendekatan Edukatif 
Apa pun yang guru lakukan dalam pendidikan dan pengajaran dengan tujuan untuk mendidik, bukan karena motif-motif lain, seperti dendam, gengsi, ingin ditakuti dan sebagainya. 
Anak didik yang telah melakukan kesalahan, yakni membuat keribuatan di kelas ketika guru sedang memberikan pelajaran, misalnya, tidak tepat diberikan sanksi hukum dengan cara memukul badannya hingga luka atau cidera. Ini adalah tindakan sanksi hukum yang tidak bernilai pendidikan. Guru telah melakukan pendekatan yang salah. Guru telah menggunakan teori power, yakni teori kekuasaan untuk menundukkan orang lain. Dalam pendidikan, guru akan kurang arif dan bijaksana bila menggunakan kekuasaan, karena hal itu bisa merugikan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian anak didik. Pendekatan yang benar bagi guru adalah dengan melakukan pendekatan edukatif adalah setiap tindakan, sikap, dan perbuatan yang guru lakukan harus bernilai pendidikan, dengan tujuan untuk mendidik anak didik agar menghargai norma hukum, norma susila, norma moral, norma sosial dan norma agama. 
  1. Pendekatan Keagamaan 
Khususnya untuk mata pelajaran umum, sangat berkepentingan dengan pendekatan keagamaan. Hal ini dimaksudkan agar nilai budaya ilmu itu tidak sekuler, tetapi menyatu dengan nilai agama. Dengan penerapan prinsip-prinsip mengajar seperti prinsip korelasi dan sosialisasi, guru dapat menyisipkan pesan-pesan keagamaan untuk semua mata pelajaran umum. Tentu saja guru harus menguasai ajaran-ajaran agama yang sesuai dengan mata pelajaran yang dipegang. Misalnya : surah Yasiin ayat 34 dan 36 adalah bukti nyata bahwa pelajaran biologi tidak bisa dipisahkan dari ajaran agama.
Akhirnya pendekatan agama dapat membantu guru untuk memperbaiki kerdilnya jiwa agama di dalam diri siswa, yang pada akhirnya nilai-nilai agama tidak dicemoohkan dan dilecehkan, tetapi diyakini, dipahami, di hanyati dan di amalkanselama hayat siswa di kandung badan. 
  1. Pendekatan Kebermaknaan 
Bahasa adalah alat untuk menyampaikan dan memahami gagasan, pikiran, pendapat dan perasaan, secara lisan maupun tulisan. Bahasa Inggris adalah bahasa asing pertama di Indonesia yang dianggap penting untuk tujuan penyerapan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya dan pembinaan hubungan dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Dalam rangka penguasaan bahasa Inggris tidak bisa mengabaikan masalahpendekatan yang harus digunakan dalam proses belajar mengajar. Kegagalan penguasaan bahasa Inggris oleh siswa, salah satu sebabnya adalah kurang tepatnya pendekatan yang digunakan oleh guru selain faktor lain seperti faktor sejarah, fasilitas dan lingkungan serta kompetensi guru itu sendiri. Hal ini perlu dipecahkan, salah satu alternatif ke arah pemecahan masalah tersebut diajukanlah pendekatan baru, yaitu pendekatan kebermaknaan. 
7.      Pendekatan Problem Solving
Merupakan pendekatan yang mengarahkan atau melatih anak didik untuk mampu memecahkan masalah dalam bidang ilmu atau bidang studi yang dipelajari.
Contohnya guru memberikan sebuah masalah yang akan diselesaikan, lalu siswa diminta untuk memahami masalah terlebih dahulu, setelah dipahami masalah itu dirumuskan, mengajukan beberapa alternative pemecahan atau solusi, terakhir siswa memilih solusi yang lebih tepat sehingga masalah dapat diselesaikan
8.      Pendekatan kreatif
Pembelajaran kreatif adalah kemampuan untuk menciptakan, mengimajinasikan, melakukan inovasi, dan melakukan hal-hal yang artistik lainnya. Dikarakterkan dengan adanya keaslian dan hal yang baru. Dibentuk melalui suatu proses yang baru. Memiliki kemampuan untuk menciptakan. Dirancang untuk mensimulasikan imajinasi. Kreatifitas adalah sebagai kemampuan (berdasarkan data dan informasi yang tersedia) untuk memberikan gagasan-gagasan baru dengan menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, yang menekankan pada segi kuantitas, ketergantungan dan keragaman jawaban dan menerapkannya dalam pemecahan masalah.
9.      Pendekatan Kontekstual
Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dalam konteks ini siswa perlu mengerti apa makna belajar, manfaatnya, dalam status apa mereka dan bagaimana mencapainya.
10.  Pendekatan Konstruktif
Pendekatan Constructivisme merupakan pendekatan yang menekankan pentingnya siswa membangaun sendiri pengetahuan mereka lewat keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Kegiatan berfokus pada pembelajaran secara mendalam dengan pengalaman yang relevan, materi pembelajaran terintegrasi, dan disusun sendiri oleh siswa.
11.  Pendekatan deduktif
Pendekatan deduktif (deductive approach) adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. Pendekatan deduktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan umum ke keadaan khusus, sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan, prinsip umum dan diikuti dengan contoh-contoh khusus atau penerapan aturan, prinsip umum ke dalam keadaan khusus.
12.  Pendekatan induktif
Pendekatan induktif (inductif approach) menyimpulkan permasalahan dari hal-hal yang bersifat khusus.. Metode induktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum ke sesuatu yang khusus.
Pendekatan induktif menekanan pada pengamatan dahulu, lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut. Metode ini sering disebut sebagai sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum. Pendekatan induktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan khusus menuju keadaan umum.
13.  Pendekatan proses
Pendekatan proses merupakan pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghayati proses penemuan atau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses. Pendekatan proses adalah pendekatan yang berorientasi pada proses bukan hasil
Cara Penilaian:
1.    Berikan penilaian untuk soal di atas. Jawaban untuk soal tersebut  tidak harus persis sama, tetapi benar. Soal dinilai sebagai berikut:

Nilai    Deskripsi
2                    Jawaban benar (boleh kurang sedikit, tapi jawaban seluruhnya benar/tidak
            ada kesalahan)
1          Jawaban masih ada kesalahan, tapi mengarah pada jawaban yang benar
0                    Mengerjakan, tapi salah total, atau tidak mengerjakan

2.    Jumlahkan/total nilai semua butir soal di atas untuk mendapatkan Nilai Total. Nilai Total maksimum = 10; Nilai Total minimum = 0.
3.    Cocokkan Nilai Total dengan deskripsi kriteria Rubrik Penilaian di bawah untuk mendapatkan indeks dan nilai soal. Mohon diperhatikan penilaian khusus untuk Nilai Total = 0.

Rubrik Penilaian:
Indeks        Nilai Deskripsi      Kriteria
A                4                             Nilai Total = 10
A-               3.75                        Nilai Total = 9
AB             3.5                          Nilai Total = 8
B                3                             Nilai Total = 7
BC              2.5                          Nilai Total = 6
C                2                             Nilai Total = 5
C-               1.75                        Nilai Total = 4
D+              1.5                          Nilai Total = 3
D                1                             Nilai Total = 2
D-               0.75                        Nilai Total = 1
E+              0.5                          Nilai Total = 0, tapi masih mengerjakan (walaupun
                                                  hanya 1 butir  soal, tapi harus cukup signifikan)
E                 0                             Nilai Total = 0, dan tidak mengerjakan.

Soal 5. Jawaban Uraian Panjang [Bobot : 10%]:
Tujuan belajar menurut teori humanistik adalah untuk memanusiakan manusia.coba kamu uraikan pengertian tersebut.

Alternatif Jawaban:
Tujuan belajar menurut teori humanistik  adalah  untuk memanusiakan manusia, maksudnya proses belajar dianggap berhasil jika para siswa sudah memahami dirinya sendiri dan lingkungan disekeliling nya. para ahli humanistik melihat adanya dua bagian pada proses belajar yaitu:
·      Proses pemrolehan informasi baru
·      Personalia informasi ini pada individu

Cara Penilaian:
1.    Berikan penilaian untuk soal di atas. Jawaban untuk soal tersebut  tidak harus persis sama, tetapi benar. Soal dinilai sebagai berikut:

Nilai    Deskripsi
2          Jawaban benar (boleh kurang sedikit, tapi jawaban seluruhnya benar/tidak
            ada kesalahan)
1          Jawaban masih ada kesalahan, tapi mengarah pada jawaban yang benar
0          Mengerjakan, tapi salah total, atau tidak mengerjakan

2.    Jumlahkan/total nilai semua butir soal di atas untuk mendapatkan Nilai Total. Nilai Total maksimum = 10; Nilai Total minimum = 0.

3.    Cocokkan Nilai Total dengan deskripsi kriteria Rubrik Penilaian di bawah untuk mendapatkan indeks dan nilai soal. Mohon diperhatikan penilaian khusus untuk Nilai Total = 0.




Rubrik Penilaian:
Indeks        Nilai Deskripsi      Kriteria
A                4                             Nilai Total = 10
A-               3.75                        Nilai Total = 9
AB             3.5                          Nilai Total = 8
B                3                             Nilai Total = 7
BC              2.5                          Nilai Total = 6
C                2                             Nilai Total = 5
C-               1.75                        Nilai Total = 4
D+              1.5                          Nilai Total = 3
D                1                             Nilai Total = 2
D-               0.75                        Nilai Total = 1
E+              0.5                          Nilai Total = 0, tapi masih mengerjakan (walaupun
                                                  hanya 1 butir  soal, tapi harus cukup signifikan)
E                 0                             Nilai Total = 0, dan tidak mengerjakan
Soal 6. Jawaban Uraian Panjang [Bobot : 10%]:
Apa yang kamu ketahui tentang teori kognitif dan bagaimana penerapannya dalam proses pembelajarannya.
Alternatif Jawaban:
a.       Teori kognitif : berhubungan dengan ingatan/pengenalan terhadap pengetahuan dan informasi.Menurut teori ini belajar adalah:perubahan selalu berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan dapat diikuti.Teori kognitif berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan,pengertian,dan ketrampilan berpikir.
b.      Penerapannya:guru memberikan materi dan siswa menyerap materi yang diberikan oleh guru dengan sebaik mungkin,dan guru memberikan evaluasi dengan pemberian tes soal.

Cara Penilaian:
1.    Berikan penilaian untuk soal di atas. Jawaban untuk soal tersebut  tidak harus persis sama, tetapi benar. Soal dinilai sebagai berikut:


Nilai    Deskripsi
2          Jawaban benar (boleh kurang sedikit, tapi jawaban seluruhnya benar/tidak
            ada kesalahan)
1                                Jawaban masih ada kesalahan, tapi mengarah pada jawaban yang benar
0        Mengerjakan, tapi salah total, atau tidak mengerjakan

2.    Jumlahkan/total nilai semua butir soal di atas untuk mendapatkan Nilai Total. Nilai Total maksimum = 10; Nilai Total minimum = 0.
3.    Cocokkan Nilai Total dengan deskripsi kriteria Rubrik Penilaian di bawah untuk mendapatkan indeks dan nilai soal. Mohon diperhatikan penilaian khusus untuk Nilai Total = 0.

Rubrik Penilaian:
Indeks        Nilai Deskripsi      Kriteria
A                4                             Nilai Total = 10
A-               3.75                        Nilai Total = 9
AB             3.5                          Nilai Total = 8
B                3                             Nilai Total = 7
BC              2.5                          Nilai Total = 6
C                2                             Nilai Total = 5
C-               1.75                        Nilai Total = 4
D+              1.5                          Nilai Total = 3
D                1                             Nilai Total = 2
D-               0.75                        Nilai Total = 1
E+              0.5                          Nilai Total = 0, tapi masih mengerjakan (walaupun
                                                  hanya 1 butir  soal, tapi harus cukup signifikan)
E                 0                             Nilai Total = 0, dan tidak mengerjakan
Soal 7. Jawaban Uraian Panjang [Bobot : 10%]:
Apa yang kamu ketahui tentang konsep dasar evaluasi belajar dan pembelajaran.


Alternatif Jawaban:
Evaluasi merupakan kegiatan menilai yang terjadi dala kegiatan pembelajaran.menurut davies evaluasi merupakan proses sederhana memberikan/menetapkan nilai kepada seluruh tujuan, proses dan lain-lain. Menurut wand brown evaluasi adalah suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu tujuan evaluasi adalah mengetahui tingkat keberhasilan PBM, mendiskripsikan kemampuan belajar siswa, dan lain-lain.evaluasi mempunyai manfaat bagi siswa yaitu seorang siswa dapat mengetahui sejauh mana mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. Sedangkan manfaat bagi guru adalah dapat mengetahui siswa mana yang sudah berhak melanjutkan pelajarannya maupun mengetahui siswa yang belum menguasai bahan pelajaran.

Cara Penilaian:
1.    Berikan penilaian untuk soal di atas. Jawaban untuk soal tersebut  tidak harus persis sama, tetapi benar. Soal dinilai sebagai berikut:

Nilai    Deskripsi
2          Jawaban benar (boleh kurang sedikit, tapi jawaban seluruhnya benar/tidak
            ada kesalahan)
1          Jawaban masih ada kesalahan, tapi mengarah pada jawaban yang benar
0          Mengerjakan, tapi salah total, atau tidak mengerjakan

2.    Jumlahkan/total nilai semua butir soal di atas untuk mendapatkan Nilai Total. Nilai Total maksimum = 10; Nilai Total minimum = 0.

3.    Cocokkan Nilai Total dengan deskripsi kriteria Rubrik Penilaian di bawah untuk mendapatkan indeks dan nilai soal. Mohon diperhatikan penilaian khusus untuk Nilai Total = 0.






Rubrik Penilaian:
Indeks        Nilai Deskripsi      Kriteria
A                4                             Nilai Total = 10
A-               3.75                        Nilai Total = 9
AB             3.5                          Nilai Total = 8
B                3                             Nilai Total = 7
BC              2.5                          Nilai Total = 6
C                2                             Nilai Total = 5
C-               1.75                        Nilai Total = 4
D+              1.5                          Nilai Total = 3
D                1                             Nilai Total = 2
D-               0.75                        Nilai Total = 1
E+              0.5                          Nilai Total = 0, tapi masih mengerjakan (walaupun
                                                  hanya 1 butir  soal, tapi harus cukup signifikan)
E                 0                             Nilai Total = 0, dan tidak mengerjakan
Soal 8. Jawaban Uraian Panjang [Bobot : 10%]:
Banyak kaum intelektual yang  hanya memiliki kecerdasan intelektual dan spiritual akan tetapi tidak memiliki kecerdasan emosional, gagal dalam berkomunikasi. Kenapa hal itu bisa terjadi? Berikan penjelasan yang argumentasi!

Alternatif Jawaban:
Karena khususnya para kaum yang murni hanya memiliki kecerdasan intelektual, mereka cenderung memiliki rasa gelisah yang tidak beralasan, terlalu kritis, rewel, cenderung menarik diri, terkesan dingin dan cenderung sulit mengekspresikan kekesalan dan kemarahannya secara tepat. Bila didukung dengan rendahnya taraf kecerdasan emosionalnya, maka orang-orang seperti ini sering menjadi sumber masalah.
Karena sifat-sifat di atas, bila seseorang memiliki IQ tinggi namun taraf kecerdasan emosionalnya rendah maka cenderung akan terlihat sebagai orang yang keras kepala, sulit bergaul, mudah frustrasi, tidak mudah percaya kepada orang lain, tidak peka dengan kondisi lingkungan dan cenderung putus asa bila mengalami stress. Kondisi sebaliknya, dialami oleh orang-orang yang memiliki taraf IQ rata-rata namun memiliki kecerdasan emosional yang baik.
Cara Penilaian:
1.        Berikan penilaian untuk soal di atas. Jawaban untuk soal tersebut  tidak harus persis sama, tetapi benar. Soal dinilai sebagai berikut:

Nilai    Deskripsi
2          Jawaban benar (boleh kurang sedikit, tapi jawaban seluruhnya benar/tidak
            ada kesalahan)
1          Jawaban masih ada kesalahan, tapi mengarah pada jawaban yang benar
0          Mengerjakan, tapi salah total, atau tidak mengerjakan

2.    Jumlahkan/total nilai semua butir soal di atas untuk mendapatkan Nilai Total. Nilai Total maksimum = 10; Nilai Total minimum = 0.

3.    Cocokkan Nilai Total dengan deskripsi kriteria Rubrik Penilaian di bawah untuk mendapatkan indeks dan nilai soal. Mohon diperhatikan penilaian khusus untuk Nilai Total = 0.

Rubrik Penilaian:
Indeks        Nilai Deskripsi      Kriteria
A                4                             Nilai Total = 10
A-               3.75                        Nilai Total = 9
AB             3.5                          Nilai Total = 8
B                3                             Nilai Total = 7
BC              2.5                          Nilai Total = 6
C                2                             Nilai Total = 5
C-               1.75                        Nilai Total = 4
D+              1.5                          Nilai Total = 3
D                1                             Nilai Total = 2
D-               0.75                        Nilai Total = 1
E+              0.5                          Nilai Total = 0, tapi masih mengerjakan (walaupun
                                                  hanya 1 butir  soal, tapi harus cukup signifikan)
E                 0                             Nilai Total = 0, dan tidak mengerjakan
Soal
1.    Kegagalan pembelajaran di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi dewasa ini lebih banyak terjadi di tigkat proses (interaksi) pembelajaran. Jika ya jelaskan mengapa itu terjadi dan jika tidak coba kamu identifikasi ditingkat mana kegagalan itu terjadi dilengkapi dengan penjelasan yang argumentatif.

2.    Salah satu hal yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah adalah kesiapan guru di dalam proses belajar mengajar. Coba kamu jelaskan maksud tersebut.

3. Jelaskan Peranan dan tuntutan Guru dalam pembelajaran serta bagaimana  cara belajar dan  mengajar yang efektif!

4. Apa yang kamu ketahui tentang motivasi serta sejauh mana pentingnya motivasi dalam pembelajaran?

5.    Jelaskan berbagai macam pendekatan dalam pembelajaran?

6.    Tujuan belajar menurut teori humanistik adalah untuk memanusiakan manusia.coba kamu uraikan pengertian tersebut.

7.    Apa yang kamu ketahui tentang konsep dasar evaluasi belajar dan pembelajaran.

8.  Banyak kaum intelektual yang  hanya memiliki kecerdasan intelektual dan spiritual akan tetapi tidak memiliki kecerdasan emosional, gagal dalam berkomunikasi. Kenapa hal itu bisa terjadi? Berikan penjelasan yang argumentasi!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar