|
|
Sks : 2 Sks
Semester : III (Ganjil)
Dosen : Iswadi, M. Pd
HP : 08126952861
Email : iswadi.kusumanegara@gmail.com
Petunjuk :
1. Kerjakan semua soal ini.
2. Sifat ujian Take Home.
3. Jawaban
UAS dikirim ke email iswadi.kusumanegara@gmail.com
oleh masing-masing mahasiwa. Mahasiswa (tidak boleh diwakilkan)
selambat-lambatnya
pada
hari UAS berlangsung.
4. Bagi Mahasiswa yang tidak mengirimkan jawaban ke email
iswadi.kusumanegara@gmail.com dianggap
tidak mengikuti UAS.
RUBRIK
PENILAIAN
UJIAN
AKHIR SEMESTER
TEORI
BELAJAR
SEM.
III 2015/2016
HARI, TANGGAL UAS : SABTU, FEBRUARI 2016
SIFAT UJIAN : TAKE HOME
FAKULTAS : S-1 PENDIDIKAN MATEMATIKA
CARA PENGGUNAAN :
1. Dalam
dokumen ini, terdapat 5 soal yang berbentuk essay dan masing-masing soal
memiliki komponen sebagai berikut:
a. Deskripsi
jawaban
b. Cara
Penilaian
c. Rubrik
Penilaian
2. Tata
cara penilaian untuk tiap soal dapat dilihat pada bagian Cara Penilaian.
3. Nilai
setiap soal ditentukan oleh Rubrik Penilaian berdasarkan suatu kriteria
tertentu.
4. Nilai
setiap soal adalah dalam skala 0 s.d. 4 atau bisa dikonversi menjadi indeks E s.d.
A.
5. Setelah
semua soal diberikan nilai, maka diberikan nilai akhir dengan cara mengalikan
setiap nilai soal dengan setiap nilai bobot masing-masing, yaitu:
a. Soal
1 : 30%
b. Soal
2 : 30%
c. Soal
3 : 20%
d. Soal
4 : 10%
e. Soal
5 : 10%
Soal
1. Jawaban Uraian Singkat [Bobot : 30%]:
Sebutkan dan jelaskan enam ranah berdasarkan taksonomi
bloom.
Alternatif Jawaban:
1) Ranah Pengetahuan
Pengetahuan
adalah ingatan tentang materi atau bahan yang sudah pernah
dipelajari (mengingat). Ketika mengetahui fakta kemudian dapat mengingat kembali, maka sudah masuk ranah pengetahuan.
dipelajari (mengingat). Ketika mengetahui fakta kemudian dapat mengingat kembali, maka sudah masuk ranah pengetahuan.
2) Ranah
Pengertian
Pengertian
atau pemahaman adalah kemampuan untuk menangkap arti suatu materi atau
informasi yang dipelajari. misalnya, kita tahu lingkaran itu apa dan bagaimana
sesuatu itu dapat disebut lingkaran. ketika kita melihat berbagai macam bentuk
bangun ruang, kita dapat mengenali yang mana lingkaran itu.
3) Ranah
Aplikasi
Aplikasi
adalah kemampuan menerapkan materi atau informasi yang telah
dipelajari kedalam suatu keadaan baru dan konkret dengan hanya
mendapatkan sedikit pengarahan. Hal ini termasuk aplikasi dari suatu
aturan, konsep, metode dan teori guna memecahkan masalah. Sederhananya, ketika dapat menerapkan apa yang telah diketahui pada suatu keadaan baru yang berbeda. Contoh mudahnya ketika kita tahu apa itu subjek dan objek. ketika kita dapat menyebutkan contoh yang berbeda dari subjek dan objek dapat dikatakan sudah memiliki kemampuan aplikasi.
dipelajari kedalam suatu keadaan baru dan konkret dengan hanya
mendapatkan sedikit pengarahan. Hal ini termasuk aplikasi dari suatu
aturan, konsep, metode dan teori guna memecahkan masalah. Sederhananya, ketika dapat menerapkan apa yang telah diketahui pada suatu keadaan baru yang berbeda. Contoh mudahnya ketika kita tahu apa itu subjek dan objek. ketika kita dapat menyebutkan contoh yang berbeda dari subjek dan objek dapat dikatakan sudah memiliki kemampuan aplikasi.
4) Ranah
Analisis
Analisis
adalah kemampuan memecahkan atau menguraikan suatu materi
atau informasi menjadi komponen-komponen yang lebih kecil sehingga
lebih mudah dipahami.dapat melihat hubungan antar komponen atau sebab akibatnya.
atau informasi menjadi komponen-komponen yang lebih kecil sehingga
lebih mudah dipahami.dapat melihat hubungan antar komponen atau sebab akibatnya.
5) Ranah
Sistesis
Sistesis
adalah kemampuan untuk menyatukan bagian-bagian atau komponen
menjadi suatu bentuk yang lengkap dan unik.berlawanan dengan analisis yang meminta untuk menguraikan menjadi komponen kecil agar dapat terlihat sebab akibat atau hubungan antar komponen, maka sintesis menyatukan komponen tersebut namun dalam bentuk yang berbeda dari sebelumnya (membuat generalisasi).
menjadi suatu bentuk yang lengkap dan unik.berlawanan dengan analisis yang meminta untuk menguraikan menjadi komponen kecil agar dapat terlihat sebab akibat atau hubungan antar komponen, maka sintesis menyatukan komponen tersebut namun dalam bentuk yang berbeda dari sebelumnya (membuat generalisasi).
6) Ranah
Evaluasi
Evaluasi adalah kemampuan menentukan
nilai suatu materi, pernyataan,
laporan, cerita atau lainnya dengan tujuan tertentu. Penilaian
dilakukan berdasarkan pada suatu kriteria yang baku dan jelas.
laporan, cerita atau lainnya dengan tujuan tertentu. Penilaian
dilakukan berdasarkan pada suatu kriteria yang baku dan jelas.
Cara Penilaian:
1. Berikan
penilaian untuk soal di atas. Jawaban untuk soal tersebut tidak harus persis sama, tetapi benar. Soal
dinilai sebagai berikut:
Nilai Deskripsi
10 Jawaban
benar (boleh kurang sedikit, tapi jawaban seluruhnya benar/tidak
ada
kesalahan)
5 Jawaban
masih ada kesalahan, tapi mengarah pada jawaban yang benar
0 Mengerjakan, tapi salah total, atau tidak
mengerjakan
2. Jumlahkan/total
nilai semua butir soal di atas untuk mendapatkan Nilai Total. Nilai
Total maksimum = 10; Nilai Total minimum = 0.
3. Cocokkan
Nilai Total dengan deskripsi kriteria Rubrik Penilaian di bawah
untuk mendapatkan indeks dan nilai soal. Mohon diperhatikan penilaian khusus
untuk Nilai Total = 0.
Rubrik Penilaian:
Indeks Nilai
Deskripsi Kriteria
A 4 Nilai Total = 10
A- 3.75 Nilai Total = 9
AB 3.5 Nilai Total = 8
B 3
Nilai Total =
7
BC 2.5 Nilai Total = 6
C 2 Nilai Total = 5
C- 1.75 Nilai Total = 4
D+ 1.5
Nilai Total = 3
D 1 Nilai Total = 2
D- 0.75 Nilai Total = 1
E+ 0.5 Nilai Total = 0, tapi
masih mengerjakan (walaupun
hanya
1 butir soal, tapi harus cukup
signifikan)
E 0 Nilai Total = 0, dan tidak mengerjakan.
Soal
2. Jawaban Uraian Singkat [Bobot : 30%]:
Salah satu hal
yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah adalah
kesiapan guru di dalam proses belajar mengajar termasuk dalam
penyusunan soal evaluasi untuk peserta didik. Buatlah masing-masing satu soal
untuk setiap ranah yang berbentuk essay
yang tercakup dalam taksonomi bloom.
Alternatif Jawaban:
Berikut contoh soal disetiap ranah.
1) Ranah
Pengetahuan
Contoh:
Siapakah yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945?
2) Ranah
Pengertian
Contoh: Jika
dilihat dari ciri-cirinya, apakah konsep kultus dewa raja
pada masa kerajaan hindu budha sama dengan konsep khalifatullah pada
masa kerajaan islam?
pada masa kerajaan hindu budha sama dengan konsep khalifatullah pada
masa kerajaan islam?
3) Ranah
Aplikasi
Contoh: Pada
masa megalithikum di Indonesia, masyarakat sudah mengenal
perdagangan. Konsep perdagangan seperti apakah yang diterapkan masyarakat pada masa tersebut?
perdagangan. Konsep perdagangan seperti apakah yang diterapkan masyarakat pada masa tersebut?
4) Ranah
Analisis
Contoh: Pada
masa politik etis, pendidikan mulai gencar digalakkkan di
daerah jajahan hindia belanda. kesejahteraan ditingkatkan melalui
imigrasi dan emigrasi. apa yang melatarbelakangi diterapkannnya
politik etis di Indonesia oleh pemerintah hindia belanda?
daerah jajahan hindia belanda. kesejahteraan ditingkatkan melalui
imigrasi dan emigrasi. apa yang melatarbelakangi diterapkannnya
politik etis di Indonesia oleh pemerintah hindia belanda?
5) Ranah
Sintesis
Contoh: Pada
masa awal kemerdekaan Indonesia, kehidupan masyarakat
Indonesia tidak dapat dikatakan baik. Kekacauan yang terjadi pasca
proklamasi berakibat buruk terhadap berbagai sektor dalam kehidupan. Jelaskan bagaimana keadaan umum perekonomian Indonesia pasca kemerdekaan!
Indonesia tidak dapat dikatakan baik. Kekacauan yang terjadi pasca
proklamasi berakibat buruk terhadap berbagai sektor dalam kehidupan. Jelaskan bagaimana keadaan umum perekonomian Indonesia pasca kemerdekaan!
6) Ranah
Evaluasi
Contoh: Banyak pendapat dari para
ahli tentang masuk dan berkembangnya
Islam Nusantara, menurut mereka Islam masuk kemudian dengan jalan
damai melalui perdagangan, perkawinan, pendidikan, kesenian, dan
politik. Ketika Islam telah melembanga dalam sebuah kerajaan atau
kesultanan, adakalanya islam disebarkan oleh pihak kerajaan dengan
jalan penaklukan dan peperangan dengan daerah lain. Dari kenyataan
tersebut, tepatkah pendapat yang menyatakan Islam tersebar di Nusantara dengan jalan damai?
Islam Nusantara, menurut mereka Islam masuk kemudian dengan jalan
damai melalui perdagangan, perkawinan, pendidikan, kesenian, dan
politik. Ketika Islam telah melembanga dalam sebuah kerajaan atau
kesultanan, adakalanya islam disebarkan oleh pihak kerajaan dengan
jalan penaklukan dan peperangan dengan daerah lain. Dari kenyataan
tersebut, tepatkah pendapat yang menyatakan Islam tersebar di Nusantara dengan jalan damai?
Cara
Penilaian:
1. Berikan
penilaian untuk soal di atas. Jawaban untuk soal tersebut tidak harus persis sama, tetapi benar. Soal
dinilai sebagai berikut:
Nilai Deskripsi
10 Jawaban
benar (boleh kurang sedikit, tapi jawaban seluruhnya benar/tidak
ada
kesalahan)
5 Jawaban
masih ada kesalahan, tapi mengarah pada jawaban yang benar
0 Mengerjakan,
tapi salah total, atau tidak mengerjakan
2. Jumlahkan/total
nilai semua butir soal di atas untuk mendapatkan Nilai Total. Nilai
Total maksimum = 10; Nilai Total minimum = 0.
3. Cocokkan
Nilai Total dengan deskripsi kriteria Rubrik Penilaian di bawah
untuk mendapatkan indeks dan nilai soal. Mohon diperhatikan penilaian khusus
untuk Nilai Total = 0.
Rubrik Penilaian:
Indeks Nilai
Deskripsi Kriteria
A 4 Nilai Total = 10
A- 3.75 Nilai Total = 9
AB 3.5 Nilai Total = 8
B 3
Nilai Total =
7
BC 2.5 Nilai Total = 6
C 2 Nilai Total = 5
C- 1.75 Nilai Total = 4
D+ 1.5
Nilai Total = 3
D 1 Nilai Total = 2
D- 0.75 Nilai Total = 1
E+ 0.5 Nilai Total = 0, tapi
masih mengerjakan (walaupun
hanya
1 butir soal, tapi harus cukup
signifikan)
E 0 Nilai Total = 0, dan tidak mengerjakan.
Soal
3. Jawaban Uraian Panjang [Bobot : 20%]:
Jelaskan perbedaan teori behaviorisme
dengan humanistik!
Alternatif Jawaban:
Alternatif
Jawaban:
1) Teori Behaviorisme
Behaviorisme merupakan salah satu pendekatan untuk
memahami perilaku individu. Behaviorisme memandang individu hanya dari sisi
fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek–aspek mental. Dengan kata lain,
behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan
individu dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih
refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai
individu. Teori kaum behavoris lebih dikenal dengan nama teori belajar, karena
seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar. Belajar artinya perbahan
perilaku organise sebagai pengaruh lingkungan. Behaviorisme tidak mau
mempersoalkan apakah manusia baik atau jelek, rasional atau emosional;
behaviorisme hanya ingin mengetahui bagaimana perilakunya dikendalikan oleh
faktor-faktor lingkungan.
Dalam arti teori belajar yang lebih menekankan pada
tingkah laku manusia. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi
respon terhadap lingkungan. Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku
mereka. Dari hal ini, timbulah konsep ”manusia mesin” (Homo Mechanicus). Ciri
dari teori ini adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat
mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau
respon, menekankan pentingnya latihan, mementingkan mekanisme hasil belajar,mementingkan
peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku
yang diinginkan. Pada teori belajar ini sering disebut S-R psikologis artinya
bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran atau reward dan penguatan
atau reinforcement dari lingkungan. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar
terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioural dengan stimulusnya.
Guru yang menganut pandangan ini berpandapat bahwa tingkah laku siswa merupakan
reaksi terhadap lingkungan dan tingkah laku adalah hasil belajar.
2) Teori Humanistik
Pengertian humanistik yang beragam membuat
batasan-batasan aplikasinya dalam dunia pendidikan mengundang berbagai macam
arti pula. Sehingga perlu adanya satu pengertian yang disepakati mengenai kata
humanistik dala pendidikan. Dalam artikel “What is Humanistik Education?”,
Krischenbaum menyatakan bahwa sekolah, kelas, atau guru dapat dikatakan
bersifat humanistik dalam beberapa kriteria. Hal ini menunjukkan bahwa ada
beberapa tipe pendekatan humanistik dalam pendidikan. Ide mengenai
pendekatan-pendekatan ini terangkum dalam psikologi humanistik.
Dalam artikel “some educational implications of the
Humanistic Psychologist” Abraham Maslow mencoba untuk mengkritisi teori Freud
dan behavioristik. Menurut Abraham, yang terpenting dalam melihat manusia
adalah potensi yang dimilikinya. Humanistik lebih melihat pada sisi
perkembangan kepribadian manusia daripada berfokus pada “ketidaknormalan” atau
“sakit” seperti yang dilihat oleh teori psikoanalisa Freud. Pendekatan ini
melihat kejadian setelah “sakit” tersebut sembuh, yaitu bagaimana manusia
membangun dirinya untuk melakukan hal-hal yang positif. Kemampuan bertindak
positif ini yang disebut sebagai potensi manusia dan para pendidik yang beraliran
humanistik biasanya memfokuskan penganjarannya pada pembangunan kemampuan
positif ini.
Kemampuan positif disini erat kaitannya dengan pengembangan emosi positif yang terdapat dalam domain afektif, misalnya ketrampilan membangun dan menjaga relasi yang hangat dengan orang lain, bagaimana mengajarkan kepercayaan, penerimaan, keasadaran, memahami perasaan orang lain, kejujuran interpersonal, dan pengetahuan interpersonal lainnya. Intinya adalah meningkatkan kualitas ketrampilan interpersonal dalam kehidupan sehari-hari.
Kemampuan positif disini erat kaitannya dengan pengembangan emosi positif yang terdapat dalam domain afektif, misalnya ketrampilan membangun dan menjaga relasi yang hangat dengan orang lain, bagaimana mengajarkan kepercayaan, penerimaan, keasadaran, memahami perasaan orang lain, kejujuran interpersonal, dan pengetahuan interpersonal lainnya. Intinya adalah meningkatkan kualitas ketrampilan interpersonal dalam kehidupan sehari-hari.
Selain menitik beratkan pada hubungan interpersonal,
para pendidikan yang beraliran humanistik juga mencoba untuk membuat
pembelajaran yang membantu anak didik untuk meningkatkan kemampuan dalam
membuat, berimajinasi, mempunyai pengalaman, berintuisi, merasakan, dan
berfantasi. Pendidik humanistik mencoba untuk melihat dalam spektrum yang luas
mengenai perilaku manusia. “Berapa banyak hal yang bisa dilakukan manusia? Dan
bagaimana aku bisa membantu mereka untuk melakukan hal-hal tersebut dengan lebih
baik?
Cara
Penilaian:
1. Berikan
penilaian untuk soal di atas. Jawaban untuk soal tersebut tidak harus persis sama, tetapi benar. Soal
dinilai sebagai berikut:
Nilai Deskripsi
10
Jawaban benar (boleh kurang sedikit,
tapi jawaban seluruhnya benar/tidak
ada
kesalahan)
5 Jawaban masih ada kesalahan, tapi
mengarah pada jawaban yang benar
0
Mengerjakan, tapi salah total, atau
tidak mengerjakan
2 Jumlahkan/total nilai semua butir soal di
atas untuk mendapatkan Nilai Total. Nilai Total maksimum = 10; Nilai Total
minimum = 0.
3 Cocokkan
Nilai Total dengan deskripsi kriteria Rubrik Penilaian di bawah
untuk mendapatkan indeks dan nilai soal. Mohon diperhatikan penilaian khusus
untuk Nilai Total = 0.
Rubrik Penilaian:
Indeks Nilai
Deskripsi Kriteria
A 4 Nilai Total = 10
A- 3.75 Nilai Total = 9
AB 3.5 Nilai Total = 8
B 3
Nilai Total =
7
BC 2.5 Nilai Total = 6
C 2 Nilai Total = 5
C- 1.75 Nilai Total = 4
D+ 1.5
Nilai Total = 3
D 1 Nilai Total = 2
D- 0.75 Nilai Total = 1
E+ 0.5 Nilai Total = 0, tapi
masih mengerjakan (walaupun
hanya
1 butir soal, tapi harus cukup
signifikan)
E 0 Nilai Total = 0, dan tidak mengerjakan.
Soal
4. Jawaban Uraian Panjang [Bobot : 10%]:
Jelaskan
tentang Teori Belajar Konstruktivistik!
Alternatif Jawaban:
Teori Konstruktivisme
didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif,
yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Beda dengan
teori behavioristik yang memahami hakikat belajar sebagai kegiatan yang bersifat
mekanistik antara stimulus dan respon, sedangkan teori kontruktivisme lebih
memahami belajar sebagai kegiatan manusia membangun atau menciptakan
pengetahuan dengan memberi makna pada pengetahuannya sesuai dengan
pengalamannya. Pengetahuan tidak bisa ditransfer dari guru kepada orang lain,
karena setiap orang mempunyai skema sendiri tentang apa yang diketahuinya.
Pembentukan pengetahuan merupakan proses kognitif dimana terjadi proses
asimilasi dan akomodasi untuk mencapai suatu keseimbangan sehingga terbentuk
suatu skema yang baru.
Teori konstruktivisme juga mempunyai
pemahaman tentang belajar yang lebih menekankan pada proses daripada hasil.
Hasil belajar sebagai tujuan dinilai penting, tetapi proses yang melibatkan
cara dan strategi dalam belajar juga dinilai penting. Dalam proses belajar,
hasil belajar, cara belajar, dan strategi belajar akan mempengaruhi
perkembangan tata pikir dan skema berpikir seseorang. Sebagai upaya memperoleh
pemahaman atau pengetahuan, siswa ”mengkonstruksi” atau membangun pemahamannya
terhadap fenomena yang ditemui dengan menggunakan pengalaman, struktur
kognitif, dan keyakinan yang dimiliki.
Cara
Penilaian:
1. Berikan
penilaian untuk soal di atas. Jawaban untuk soal tersebut tidak harus persis sama, tetapi benar. Soal
dinilai sebagai berikut:
Nilai Deskripsi
10
Jawaban benar (boleh kurang sedikit,
tapi jawaban seluruhnya benar/tidak
ada
kesalahan)
5 Jawaban
masih ada kesalahan, tapi mengarah pada jawaban yang benar
0
Mengerjakan, tapi salah total, atau
tidak mengerjakan
2 Jumlahkan/total nilai semua butir soal di
atas untuk mendapatkan Nilai Total. Nilai Total maksimum = 10; Nilai Total
minimum = 0.
3 Cocokkan
Nilai Total dengan deskripsi kriteria Rubrik Penilaian di bawah
untuk mendapatkan indeks dan nilai soal. Mohon diperhatikan penilaian khusus
untuk Nilai Total = 0.
Rubrik Penilaian:
Indeks Nilai
Deskripsi Kriteria
A 4 Nilai Total = 10
A- 3.75 Nilai Total = 9
AB 3.5 Nilai Total = 8
B 3
Nilai Total =
7
BC 2.5 Nilai Total = 6
C 2 Nilai Total = 5
C- 1.75 Nilai Total = 4
D+ 1.5
Nilai Total = 3
D 1 Nilai Total = 2
D- 0.75 Nilai Total = 1
E+ 0.5 Nilai Total = 0, tapi
masih mengerjakan (walaupun
hanya
1 butir soal, tapi harus cukup
signifikan)
E 0 Nilai Total = 0, dan tidak mengerjakan.
Soal
5. Jawaban Uraian Panjang [Bobot : 10%]:
Apa
yang Anda ketahui mengenai Teori
Kecerdasan Majemuk?
Alternatif Jawaban:
Teori kecerdasan
majemuk (KM) adalah validasi tertinggi gagasan bahwa perbedaan individu adalah
penting. Pemakaiannya dalam dunia pendidikan sangat tergantung pada pengenalan,
pengakuan, dan penghargaan terhadap setiap atau berbagai cara siswa belajar, di
samping pengenalan, pengakuan, dan penghargaan terhadap setiap minat dan bakat
masing-masing pembelajar. Teori KM bukan hanya mengakui perbedaan individual
ini untuk tujuan-tujuan praktis seperti pengajaran dan penilaian, tetapi juga
menganggap serta menerimanya sebagai suatu yang normal, wajar, bahkan menarik
dan sangat berharga.
Kecerdasan majemuk pada
dasarnya merupakan pengembangan dari kecerdasan otak (IQ), kecerdasan emosional
(EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Setiap orang memiliki cara yang unik untuk
menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapinya. Kecerdasan merupakan kemampuan
yang dimiliki seseorang untuk melihat suatu masalah, lalu menyelesaikan masalah
atau membuat sesuatu yang berguna bagi orang lain (Handy Susanto, 2005).
Ketujuh kecerdasan yang
diidentifikasikan oleh Gardner (1983) adalah: (1) kecerdasan linguistik
berkaitan dengan bahasa; (2) kecerdasan logis-matematis berkaitan dengan nalar
logika dan matematika; (3) kecerdasan spasial berkaitan dengan ruang dan
gambar; (4) kecerdasan musikal berkaitan dengan musik, irama dan bunyi atau
suara; (5) kecerdasan badani-kinestik berkaitan dengan badan dan gerak tubuh;
(6) kecerdasan interpersonal berkaitan dengan hubungan antarpribadi, sosial;
(7) kecerdasan interpersonal berkaitan dengan hal-hal yang sangat mempribadi.
Cara
Penilaian:
1. Berikan
penilaian untuk soal di atas. Jawaban untuk soal tersebut tidak harus persis sama, tetapi benar. Soal
dinilai sebagai berikut:
Nilai Deskripsi
10 Jawaban
benar (boleh kurang sedikit, tapi jawaban seluruhnya benar/tidak
ada
kesalahan)
5 Jawaban
masih ada kesalahan, tapi mengarah pada jawaban yang benar
0 Mengerjakan,
tapi salah total, atau tidak mengerjakan
2. Jumlahkan/total
nilai semua butir soal di atas untuk mendapatkan Nilai Total. Nilai
Total maksimum = 10; Nilai Total minimum = 0.
3. Cocokkan
Nilai Total dengan deskripsi kriteria Rubrik Penilaian di bawah
untuk mendapatkan indeks dan nilai soal. Mohon diperhatikan penilaian khusus
untuk Nilai Total = 0.
Rubrik Penilaian:
Indeks Nilai
Deskripsi Kriteria
A 4 Nilai Total = 10
A- 3.75 Nilai Total = 9
AB 3.5 Nilai Total = 8
B 3
Nilai Total =
7
BC 2.5 Nilai Total = 6
C 2 Nilai Total = 5
C- 1.75 Nilai Total = 4
D+ 1.5
Nilai Total = 3
D 1 Nilai Total = 2
D- 0.75 Nilai Total = 1
E+ 0.5 Nilai Total = 0, tapi
masih mengerjakan (walaupun
hanya
1 butir soal, tapi harus cukup
signifikan)
E 0 Nilai Total = 0, dan tidak mengerjakan
Soal
1. Sebutkan dan
jelaskan enam ranah berdasarkan taksonomi bloom.
2. Salah satu hal yang dapat meningkatkan kualitas
pembelajaran di sekolah-sekolah adalah kesiapan guru di dalam proses belajar
mengajar
termasuk dalam penyusunan soal evaluasi untuk peserta didik. Buatlah masing-masing satu soal
untuk setiap ranah yang berbentuk essay
yang tercakup dalam taksonomi bloom.
3. Jelaskan
perbedaan teori behaviorisme dengan humanistik!
4. Jelaskan
tentang Teori Belajar Konstruktivistik!
5. Apa
yang Anda ketahui mengenai Teori
Kecerdasan Majemuk?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar