Sabtu, 29 Oktober 2016

Analisis Kritis Kualitas Pendidikan Indonesia




 “Analisis Kritis  Kualitas Pendidikan Indonesia ”
 oleh: Iswadi
Mahasiswa Doktoral Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Pengantar
 Mengapa kualitas pendidikan di Indonesia  memprihatinkan? mungkin banyak yang menjawab bahwa kondisi pendidikan di Indonesia  sangat terpuruk  karena Indonesia dijajah oleh belanda   yang sangat lama sehingga budaya belanda terus mengakar di Indonesia, disusul dengan krisis ekonomi yang melanda Indonesia, bahkan ada sebagian yang menyalahkan guru problematika dunia pendidikan di Indonesia seakan tiada habisnya. Ibarat benang kusut, sejumlah permasalahan klasik masih saja melingkupi dunia pendidikan kita.
Tidak hanya pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan kualitas dan fasilitas, namun juga rendahnya tingkat relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. Analisis seperti itu tentunya tidak salah, akan tetapi mengkambing hitamkan penjajahan krisis ekonomi yang melanda indonesia  serta guru sebagai satu-satunya determinan tidaklah tepat, apabila kita telaah lebih dalam, sebenarnya ada faktor lain yang lebih fudamental sebagai penyebab keterpurukan kita, ketidak berhasilan pendidikan Indonesia  kita  dikarenakan pendidikan kita belum mampu menghasilkan kader-kader bangsa yang berkemauan tulus dan berkemampuan profesional maka kita tidak sanggup meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia , dan ketika kondisi pendidikan kita yang sudah bagaikan penyakit kronis maka kitapun sulit untuk melakukan rekoveri, Kita dapat belajar dari Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang dan sebagainya ketika badai krisis menyerang bangsa mereka, mereka tetaplah perkasa, mengapa? karena mereka memiliki generasi yang tangguh untuk melawan badai tersebut, ketangguhan merupakan dampak positif dari pelaksanaan pendidikan suatu bangsa, seandainya kita mempunyai generasi yang tangguh pula dan peduli terhadap pendidikan Insya Allah kita akan mampu membangun masa depan Indonesia.


A.    Latar Belakang Masalah
Sistem pendidikan yang selama ini dikelola dalam suatu birokaratik dan sentralistik dianggap sebagai salah satu sebab yang telah membuahkan keterpurukan dalam mutu dan keunggulan pendidikan di Indonesia. Mengapa demikian? karena sistem birokrasi selalu menempatkan kekuasaan sebagai faktor yang paling menentukan dalam proses pengambilan keputusan, sekolah-sekolah selama ini telah terkungkung oleh kekuasaan birokrasi yang mengurita, sejak kekuasaan sebagai faktor yang paling menentukan dalam proses pengambilan keputusan mulai dari daerah hingga ke kabupaten kota bahkan sampai ke kecamatan-kecamatan, bahkan terkesan semakin buruk dalam era desentralisasi ini. Ironis nya, kepala sekolah dan guru-guru sebagai pihak yang paling memahami realitas pendidikan berada pada tempat yang  dikendalikan.
Merekalah seharus nya yang paling berperan sebagai pengambilan keputusan dalam mengatasi berbagai persoalan sehari-hari yang menghadang upaya peningkatan mutu pendidikan. Namun, Mereka ada dalam posisi tidak berdaya dan tertekan dengan berbagai macam birokrasi serta kebijakan politik sehingga  kenyataan nya pasti tidak sesuai dengan kondisi objektif yang sesuai dengan masing-masing sekolah. Olehkarena itu, tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa kekuasaan birokrasi persekolahan telah membuat sistem pendidikan kita tidak pernah berhenti dari keterpurukan.
Kekuasaan birokrasi jugalah yang menjadi faktor sebab dari menurun nya semangat partisipasi masyarakat terhadap penyelenggara pendidikan disekolah . Dulu, sekolah sepenuh nya diperhatikan oleh masyarakat, dan mereka membangun dan memelihara sekolah , Mengadakan sarana pendidikan, Serta iuran untuk  mengadakan  biaya operasional sekolah. jika sekolah mereka bangun, Masyarakat hanya meminta guru-guru kepada pemerintah untuk diangkat pada sekolah tersebut. pada waktu itu kita sebenar nya telah mencapai pembangunan pendidikan yang berkelanjutan (Sustainable development), karena sekolah adalah sepenuh nya milik masyarakat yang senantiasa bertanggung jawab dalam pemeliharaan serta operasional pendidikan sehari-hari , pada waktu itu pemerintah berfungsi sebagai penyeimbang, Melalui pemberian subsidi bantuan  bagi sekolah-sekolah  pada masyarakat yang benar-benar kurang mampu.
Namun keluar nya Inpres SDN No.10/1973 adalah titik awal dari keterpurukan sistem pendidikan, terutama persekolahan ditanah air, Pemerintah telah mengambil alih *Kepemilikan* sekolah yang dahulu nya milik masyarakat menjadi milik Pemerintah dan dikelola sepenuh nya secara birokratik bahkan sentralistik sejak itu secara berlahan rasa memiliki dari masyarakat terhadap sekolah menjadi pudar  bahkan akhir nya menghilang, peran masyarakat yang sebelum nya  bertanggung jawab, mulai berubah menjadi hanya berpartisipasi terhadap pendidikan, selanjutnya masyarakat bahkan menjadi asing   terhadap sekolah.

B.  Skenario Indonesia Masa Depan
Indonesia Baru adalah sebuah cita-cita yang ingin dibangun dari pengalaman masa lalu yang pahit akibat konflik horizontal dan bencana alam yang besar yang melanda indonesia , yang bertemu dengan kenangan masa lalu yang gemilang diera bung karno , Dengan demikian,  Indonesia baru  bukan sekedar angan-angan, melainkan sebuah refleksi  atas sejarah dan sekaligus sebuah proyeksi tentang masa depan Indonesia. Dan Indonesia  baru sebagai sebuah gagasan adalah cerminan kuat sikap optimis masyarakat Indonesia  untuk mewujudkan Masa depan yang gemilang, adil dan damai. Gagasan-gagasan tentang Indonesia Baru yang terkandung  dalam skenario ini bukanlah sebuah keabsolutan, melainkan sebuah ancang-ancang yang dapat dijadikan navigasi yang mengorientasikan arah pengembangan masyarakat Indonesia Baru. Oleh karena itu, upaya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia baru membutuhkan inisiatif dan kreativitas semua pihak ,baik mereka yang ada di dalam  Indonesia  maupun yang berada diluar Indonesia .
Perubahan yang kini berlangsung di Indonesia  telah  menempatkan pemimpin yang merakyat  berada dalam posisi yang strategis. Fenomena ini  dalam konteks sejarah dunia merupakan sebuah keniscayaan dalam perubahan-perubahan besar. Sejarah Indonesia  pun demikian, Inisiatif dan kreativitas dari revolusi mental  merupakan  kekuatan utama  bagi upaya untuk membangun Indonesia  menuju  Indonesia yang baru. Selain itu, upaya membangun Indonesia  menuntut kearifan dari semua pihak baik yang berada di Indonesia  maupun diluar Indonesia , sesungguhnya terbentuknya masyarakat Indonesia  yang baru adalah sumbangan terbesar terhadap proses pembentukan masyarakat baru di percaturan dunia . agar Indonesia mampu mencetak generasi  yang memiliki daya kompetitif baik tingkat regional maupun  internasional, sehingga mampu meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia.
Lembaga Pendidikan merupakan institusi yang paling menentukan untuk masa depan pencerdasan generasi masa depan bangsa. Negarapun meletakan tugas mulia itu kepada lembaga pendidikan. Masa depan pendidikan sangatlah ditentukan pada kualitas pengelolaan pendidikan oleh lembaga pendidikan. Kualitas tenaga pengajar, pelayanan akademik, serta prasarana dan sarana pendukung merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan untuk peningkatan kualitas pendidikan. Selain perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta merupakan lembaga pendidikan yang juga amat berperan dalam mencerdaskan generasi depan bangsa. Dimana jumlah peserta didik yang tidak tertampung pada perguruan tinggi negeri hampir seluruhnya melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi swasta. Kondisi serupa juga berlaku di Indonesia. Jumlah peserta didik yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di indonesia saat ini  mencapai enam ratus dua puluh ribu  orang. Mereka semua adalah masa depan Indonesia  yang nantinya akan bahu membahu membangun bangsa dan Negara ini. Sehingga perhatian serius seluruh pihak untuk peningkatan kualitas pendidikan  haruslah segera didorong.

C.      Kondisi  Indonesia Masa Sekarang
Jika kita renungi masalah pembangunan pendidikan di Indonesia  sungguh mengundang kita semua untuk dapat mencermati betapa pendidikan di Indonesia  baru sekedar mampu memberikan dampak langsung, pendidikan yang diwujudkan dengan ijazah, akan tetapi belum sampai memberikan dampak mengiring pengajaran yang indikatornya adanya kemampuan daya saing sumberdaya manusia baik untuk memenuhi tuntutan daerah maupun tuntutan nasional. Berdasarkan hasil paparan Profesor Lant Pritchett dari Harvard Kennedy School tanggal 4 October  2016 pada seminar internasional di Universitas Negeri Jakarta yang menurut saya  sumber imformasinya sangat kredibilitas dan  dapat dipercaya mengambarkan tentang kondisi pendidikan di Indonesia  yang sangat memprihatinkan bahkan Indonesia memerlukan waktu tiga ratus tahun untuk bangkit “Waah masih payah… masih lebih bagus zaman Belanda dulu. Kata orang-orang tua kita, belajar satu dua pelajaran tapi hasilnya maksimal. Masih perlu perbaikan SDM, pelatihan dan penataran serta kesejahteraan (gaji) guru/dosen dinaikkan,” ujar salah satu peserta seminar di sela-sela seminar internasional tersebut dengan   lugas, yang juga  sekaligus Mahasiswa Doktoral  Pendidikan Universitas Negeri Jakarta ini. Pertanyaannya adalah mengapa kualitas pendidikan di Indonesia   memprihatinkan? Mungkin banyak yang menjawab bahwa kondisi pendidikan di Indonesia  sangat terpuruk  karena Indonesia dijajah oleh belanda   yang sangat lama sehingga budaya belanda terus mengakar di Indonesia, disusul dengan krisis ekonomi yang melanda indonesia, bahkan ada sebagian yang menyalahkan guru problematika dunia pendidikan di Indonesia seakan tiada habisnya.
Ibarat benang kusut, sejumlah permasalahan klasik masih saja melingkupi dunia pendidikan kita. Tidak hanya pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan kualitas dan fasilitas, namun juga rendahnya tingkat relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. Analisis seperti itu tentunya tidak salah, akan tetapi mengkambing hitamkan penjajahan krisis ekonomi yang melanda indonesia  serta guru sebagai satu-satunya determinan tidaklah tepat, apabila kita telaah lebih dalam, sebenarnya ada faktor lain yang lebih fudamental sebagai penyebab keterpurukan kita, ketidak berhasilan pendidikan Indonesia  kita  dikarenakan pendidikan kita belum mampu menghasilkan kader-kader bangsa yang berkemauan tulus dan berkemampuan profesional maka kita tidak sanggup meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, dan ketika kondisi pendidikan kita yang sudah bagaikan penyakit kronis maka kitapun sulit untuk melakukan rekoveri, Kita dapat belajar dari Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang dan sebagainya ketika badai krisis menyerang bangsa mereka, mereka tetaplah perkasa, mengapa? karena mereka memiliki generasi yang tangguh untuk melawan badai tersebut, ketangguhan merupakan dampak positif dari pelaksanaan pendidikan suatu bangsa, seandainya kita mempunyai generasi yang tangguh pula dan peduli terhadap pendidikan Insya Allah kita akan mampu membangun masa depan Indonesia.

D.      Penutup
Diperlukan formulasi baru untuk membangun kualitas pendidikan di Indonesia apalagi dengan Perubahan yang kini berlangsung di Indonesia  telah  menempatkan pemimpin yang merakyat  berada dalam posisi yang strategis. Fenomena ini  dalam konteks sejarah dunia merupakan sebuah keniscayaan dalam perubahan-perubahan besar.
Sejarah Indonesia  pun demikian, inisiatif dan kreativitas dari revolusi mental  merupakan  kekuatan utama  bagi upaya untuk membangun Indonesia  menuju  Indonesia yang baru, maka pemerintah ndonesia sangat berpeluang untuk meregulasi sistem pendidikan Guru baik dari segi isi, misi maupun dari kelembagaan. Lembaga Pendidikan Guru harus dikelola secara mandiri yang terbebas dari kepentingan - kepentingan politik, karena keberadaan lembaga–lembaga pendidikan saat ini nampak nya tidak bisa diharapkan mampu menghasilkan guru-guru yang ideal, disamping sistem pembelajaran kurang mencerminkan sebagai lembaga yang akan menyiapkan calon-calon guru, juga diperparah dengan sistem seleksi  para calon mahasiswa yang tidak lagi mempertimbangkan aspek minat, bakat dan komitmen menjadi guru, lembaga-lembaga pendidikan terdahulu sudah terbukti menghasilkan para lulusan yang memiliki dedikasi dan loyalitas tinggi terhadap peningkatan mutu pendididikan, akan tetapi populasi mereka  sudah semakin langka  bahkan nyaris habis ditelan waktu. Jika lembaga tersebut  mampu melahirkan gagasan-gagasan baru tentang format Pendidikan Baru,maka tidak akan mustahil kejayaan Indonesia akan kembali ketempo dahulu. dalam menyiapkan guru yang ideal dibumi pertiwi. Lembaga ini selain Berfungsi sebagai lembaga yang akan mencetak para guru yang ideal, juga dapat menjadi model bagi negara  lain dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia       









Tidak ada komentar:

Posting Komentar