“Analisis Kritis Kualitas Pendidikan Indonesia ”
oleh: Iswadi
Mahasiswa
Doktoral Manajemen Pendidikan
Universitas Negeri Jakarta
Pengantar
Mengapa kualitas pendidikan di Indonesia memprihatinkan? mungkin
banyak yang menjawab bahwa kondisi pendidikan di Indonesia
sangat terpuruk karena Indonesia
dijajah oleh belanda yang sangat lama sehingga budaya belanda
terus mengakar di Indonesia, disusul dengan krisis ekonomi yang melanda Indonesia,
bahkan ada sebagian yang menyalahkan guru problematika dunia pendidikan di Indonesia
seakan tiada habisnya. Ibarat benang kusut, sejumlah permasalahan klasik masih
saja melingkupi dunia pendidikan kita.
Tidak hanya pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan kualitas
dan fasilitas, namun juga rendahnya tingkat relevansi pendidikan dengan
kebutuhan dunia kerja.
Analisis seperti itu tentunya tidak salah, akan tetapi mengkambing hitamkan penjajahan
krisis ekonomi yang melanda indonesia serta guru sebagai satu-satunya determinan
tidaklah tepat, apabila kita telaah lebih dalam, sebenarnya ada faktor lain
yang lebih fudamental sebagai penyebab keterpurukan kita, ketidak berhasilan
pendidikan Indonesia kita
dikarenakan pendidikan kita belum mampu menghasilkan kader-kader bangsa
yang berkemauan tulus dan berkemampuan profesional maka kita tidak sanggup meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia
, dan ketika kondisi
pendidikan kita yang sudah bagaikan penyakit kronis maka kitapun sulit untuk
melakukan rekoveri, Kita dapat belajar dari Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang
dan sebagainya ketika badai krisis menyerang bangsa mereka, mereka tetaplah
perkasa, mengapa? karena mereka memiliki generasi yang tangguh untuk melawan
badai tersebut, ketangguhan merupakan dampak positif dari pelaksanaan
pendidikan suatu bangsa, seandainya kita mempunyai generasi yang tangguh pula
dan peduli terhadap pendidikan Insya Allah kita akan mampu membangun masa depan
Indonesia.
A. Latar
Belakang Masalah
Sistem
pendidikan yang selama ini dikelola dalam suatu birokaratik dan sentralistik dianggap
sebagai salah satu sebab yang telah membuahkan keterpurukan dalam mutu dan
keunggulan pendidikan di
Indonesia. Mengapa demikian? karena sistem birokrasi selalu
menempatkan kekuasaan sebagai faktor yang paling menentukan dalam proses
pengambilan keputusan, sekolah-sekolah selama ini telah terkungkung oleh
kekuasaan birokrasi yang mengurita, sejak kekuasaan sebagai faktor yang paling
menentukan dalam proses pengambilan keputusan mulai dari daerah hingga ke
kabupaten kota bahkan sampai ke kecamatan-kecamatan, bahkan terkesan semakin
buruk dalam era desentralisasi ini. Ironis nya, kepala sekolah dan guru-guru
sebagai pihak yang paling memahami realitas pendidikan berada pada tempat
yang dikendalikan.
Merekalah
seharus nya yang paling berperan sebagai pengambilan keputusan dalam mengatasi
berbagai persoalan sehari-hari yang menghadang upaya peningkatan mutu
pendidikan. Namun, Mereka ada dalam posisi tidak berdaya dan tertekan dengan
berbagai macam birokrasi serta kebijakan politik sehingga kenyataan nya pasti tidak sesuai dengan
kondisi objektif yang sesuai dengan masing-masing sekolah. Olehkarena itu,
tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa kekuasaan birokrasi persekolahan telah
membuat sistem pendidikan kita tidak pernah berhenti dari keterpurukan.
Kekuasaan
birokrasi jugalah yang menjadi faktor sebab dari menurun nya semangat
partisipasi masyarakat terhadap penyelenggara pendidikan disekolah . Dulu,
sekolah sepenuh nya diperhatikan
oleh masyarakat, dan mereka membangun dan memelihara sekolah , Mengadakan
sarana pendidikan, Serta iuran untuk
mengadakan biaya operasional
sekolah. jika sekolah mereka bangun, Masyarakat hanya meminta guru-guru kepada
pemerintah untuk diangkat pada sekolah tersebut. pada waktu itu kita sebenar
nya telah mencapai pembangunan pendidikan yang berkelanjutan (Sustainable
development), karena sekolah adalah sepenuh nya milik masyarakat yang
senantiasa bertanggung jawab dalam pemeliharaan serta operasional pendidikan
sehari-hari , pada waktu itu pemerintah berfungsi sebagai penyeimbang, Melalui
pemberian subsidi bantuan bagi
sekolah-sekolah pada masyarakat yang
benar-benar kurang mampu.
Namun keluar nya Inpres SDN No.10/1973
adalah titik awal dari keterpurukan sistem pendidikan, terutama persekolahan
ditanah air, Pemerintah telah mengambil alih *Kepemilikan*
sekolah yang dahulu nya milik masyarakat
menjadi milik Pemerintah dan dikelola sepenuh nya secara birokratik bahkan
sentralistik sejak itu secara berlahan rasa memiliki dari masyarakat terhadap
sekolah menjadi pudar bahkan akhir nya
menghilang, peran masyarakat yang sebelum nya
bertanggung jawab, mulai berubah menjadi hanya berpartisipasi terhadap
pendidikan, selanjutnya masyarakat bahkan menjadi asing terhadap sekolah.
B. Skenario
Indonesia Masa Depan
Indonesia Baru adalah sebuah cita-cita yang ingin
dibangun dari pengalaman masa lalu yang pahit akibat konflik horizontal dan
bencana alam yang besar yang melanda indonesia , yang bertemu dengan kenangan
masa lalu yang gemilang diera bung karno , Dengan demikian, Indonesia baru
bukan sekedar angan-angan, melainkan sebuah refleksi atas sejarah dan sekaligus sebuah proyeksi
tentang masa depan Indonesia. Dan Indonesia baru sebagai sebuah gagasan adalah cerminan
kuat sikap optimis masyarakat Indonesia untuk mewujudkan Masa depan yang gemilang,
adil dan damai. Gagasan-gagasan tentang Indonesia Baru yang terkandung dalam skenario ini bukanlah sebuah
keabsolutan, melainkan sebuah ancang-ancang yang dapat dijadikan navigasi yang
mengorientasikan arah pengembangan masyarakat Indonesia Baru. Oleh karena itu, upaya untuk
mewujudkan masyarakat Indonesia baru membutuhkan inisiatif dan kreativitas
semua pihak ,baik mereka yang ada di dalam Indonesia
maupun yang berada diluar Indonesia .
Perubahan yang kini berlangsung di Indonesia telah
menempatkan pemimpin yang merakyat
berada dalam posisi yang strategis. Fenomena ini dalam konteks sejarah dunia merupakan sebuah
keniscayaan dalam perubahan-perubahan besar. Sejarah Indonesia pun demikian, Inisiatif dan kreativitas dari
revolusi mental merupakan kekuatan utama bagi upaya untuk membangun Indonesia menuju
Indonesia yang baru. Selain itu, upaya membangun Indonesia menuntut kearifan dari semua pihak baik yang
berada di Indonesia maupun diluar Indonesia
, sesungguhnya terbentuknya masyarakat Indonesia yang baru adalah sumbangan terbesar terhadap
proses pembentukan masyarakat baru di percaturan dunia . agar
Indonesia mampu mencetak generasi yang
memiliki daya kompetitif baik tingkat regional maupun internasional, sehingga mampu meningkatkan
indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia.
Lembaga
Pendidikan merupakan institusi yang paling menentukan untuk masa depan
pencerdasan generasi masa depan bangsa. Negarapun meletakan tugas mulia itu
kepada lembaga pendidikan. Masa depan pendidikan sangatlah ditentukan pada
kualitas pengelolaan pendidikan oleh lembaga pendidikan. Kualitas tenaga
pengajar, pelayanan akademik, serta prasarana dan sarana pendukung merupakan
bagian yang tidak dapat dipisahkan untuk peningkatan kualitas pendidikan. Selain
perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta merupakan lembaga pendidikan
yang juga amat berperan dalam mencerdaskan generasi depan bangsa. Dimana jumlah
peserta didik yang tidak tertampung pada perguruan tinggi negeri hampir
seluruhnya melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi swasta. Kondisi serupa
juga berlaku di Indonesia. Jumlah peserta didik yang sedang menempuh pendidikan di
perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di indonesia saat ini mencapai enam ratus dua puluh ribu orang. Mereka semua adalah masa depan Indonesia yang nantinya akan bahu membahu membangun
bangsa dan Negara ini. Sehingga
perhatian serius seluruh pihak untuk peningkatan kualitas pendidikan haruslah segera didorong.
C. Kondisi
Indonesia
Masa Sekarang
Jika kita renungi masalah pembangunan pendidikan di Indonesia sungguh mengundang kita semua untuk dapat
mencermati betapa pendidikan di Indonesia baru sekedar mampu memberikan dampak langsung,
pendidikan yang diwujudkan dengan ijazah,
akan tetapi belum sampai memberikan dampak mengiring pengajaran yang
indikatornya adanya kemampuan daya saing sumberdaya manusia baik untuk memenuhi
tuntutan daerah maupun tuntutan nasional. Berdasarkan hasil paparan Profesor Lant Pritchett
dari Harvard Kennedy School
tanggal 4 October 2016 pada seminar
internasional di Universitas Negeri Jakarta yang menurut saya
sumber imformasinya sangat kredibilitas dan dapat dipercaya mengambarkan tentang kondisi
pendidikan di Indonesia yang sangat memprihatinkan bahkan Indonesia
memerlukan waktu tiga ratus tahun untuk bangkit “Waah
masih payah… masih lebih bagus zaman Belanda dulu. Kata orang-orang tua kita,
belajar satu dua pelajaran tapi hasilnya maksimal. Masih perlu perbaikan SDM,
pelatihan dan penataran serta kesejahteraan (gaji) guru/dosen dinaikkan,”
ujar salah satu peserta seminar di sela-sela
seminar internasional tersebut dengan lugas, yang
juga sekaligus Mahasiswa Doktoral Pendidikan Universitas
Negeri Jakarta ini. Pertanyaannya adalah mengapa kualitas pendidikan di Indonesia memprihatinkan? Mungkin banyak yang menjawab
bahwa kondisi pendidikan di Indonesia sangat
terpuruk karena Indonesia dijajah oleh belanda yang sangat
lama sehingga budaya belanda terus mengakar di Indonesia,
disusul dengan krisis ekonomi yang melanda indonesia, bahkan ada sebagian yang
menyalahkan guru problematika dunia pendidikan di
Indonesia seakan tiada habisnya.
Ibarat benang kusut, sejumlah
permasalahan klasik masih saja melingkupi dunia pendidikan kita. Tidak hanya
pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan kualitas dan fasilitas, namun
juga rendahnya tingkat relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. Analisis seperti itu tentunya tidak salah, akan
tetapi mengkambing hitamkan penjajahan krisis ekonomi yang melanda
indonesia serta guru sebagai
satu-satunya determinan tidaklah tepat, apabila kita telaah lebih dalam,
sebenarnya ada faktor lain yang lebih fudamental sebagai penyebab keterpurukan
kita, ketidak berhasilan pendidikan
Indonesia kita
dikarenakan pendidikan kita belum mampu menghasilkan kader-kader bangsa
yang berkemauan tulus dan berkemampuan profesional maka kita tidak sanggup meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia,
dan ketika kondisi pendidikan kita yang sudah bagaikan penyakit kronis maka
kitapun sulit untuk melakukan rekoveri, Kita dapat belajar dari Malaysia,
Singapura, Thailand, Jepang dan sebagainya ketika badai krisis menyerang bangsa
mereka, mereka tetaplah perkasa, mengapa? karena mereka memiliki generasi yang
tangguh untuk melawan badai tersebut, ketangguhan merupakan dampak positif dari
pelaksanaan pendidikan suatu bangsa, seandainya kita mempunyai generasi yang
tangguh pula dan peduli terhadap pendidikan Insya Allah kita akan mampu
membangun masa depan Indonesia.
D. Penutup
Diperlukan formulasi baru untuk membangun kualitas
pendidikan di Indonesia apalagi dengan Perubahan yang kini berlangsung di
Indonesia telah menempatkan pemimpin yang merakyat berada dalam posisi yang strategis. Fenomena
ini dalam konteks sejarah dunia
merupakan sebuah keniscayaan dalam perubahan-perubahan besar.
Sejarah
Indonesia pun demikian, inisiatif dan
kreativitas dari revolusi mental
merupakan kekuatan utama bagi upaya untuk membangun Indonesia menuju
Indonesia yang baru, maka pemerintah ndonesia sangat berpeluang untuk
meregulasi sistem pendidikan Guru baik dari segi isi, misi maupun dari
kelembagaan. Lembaga Pendidikan Guru harus dikelola secara mandiri yang
terbebas dari kepentingan - kepentingan politik, karena keberadaan lembaga–lembaga
pendidikan saat ini nampak nya tidak bisa diharapkan mampu menghasilkan
guru-guru yang ideal, disamping sistem pembelajaran kurang mencerminkan sebagai
lembaga yang akan menyiapkan calon-calon guru, juga diperparah dengan sistem
seleksi para calon mahasiswa yang tidak
lagi mempertimbangkan aspek minat, bakat dan komitmen menjadi guru,
lembaga-lembaga pendidikan terdahulu sudah terbukti menghasilkan para lulusan
yang memiliki dedikasi dan loyalitas tinggi terhadap peningkatan mutu
pendididikan, akan tetapi populasi mereka
sudah semakin langka bahkan
nyaris habis ditelan waktu. Jika lembaga
tersebut mampu melahirkan
gagasan-gagasan baru tentang format Pendidikan Baru,maka tidak akan mustahil
kejayaan Indonesia akan kembali ketempo dahulu. dalam menyiapkan guru yang
ideal dibumi pertiwi. Lembaga ini selain Berfungsi sebagai lembaga yang akan
mencetak para guru yang ideal, juga dapat menjadi model bagi negara lain dalam meningkatkan kualitas pendidikan di
Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar